Isyara Syafitri. | Delima Kurnia
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Malam final Muli Mekhanai Universitas Lampung 2025 menjadi momen haru dan bangga bagi Isyara Syafitri.
Pasalnya, atas seluruh perjuangan dan doa yang tak pernah terhenti yang ia langitkan berhasil membawanya meraih gelar Juara Harapan II Muli Mekhanai Unila 2025, Senin, 29/9/2025.
Bagi Isyara, gelar yang ia sandang sekarang bukan sekadar kebanggaan, melainkan sebagai bentuk amanah untuk terus memberikan manfaat.
“Menurut saya, Juara Harapan II Muli Unila bukan sekadar gelar, tapi suatu kehormatan dan tanggung jawab. Saya ingin menjadikannya jalan untuk memberi contoh yang baik, baik bagi masyarakat maupun mahasiswa Unila,” ungkapnya hari ini.
Sebagai bentuk dedikasinya, isyara menyiapkan project “Belajar Terbuka”. Proyek ini akan ditujukan kepada anak-anak maupun orang dewasa yang belum sempat merasakan bangku pendidikan formal.
Tak hanya fokus pada pelajaran akademik, kampanye ini juga akan mengenalkan kebudayaan Lampung agar semakin dekat dengan masyarakat.
Isyara menegaskan, representasi seorang Muli tidak boleh berhenti pada gelar atau penampilan, melainkan diwujudkan melalui aksi nyata.
“Dengan menebarkan kebaikan, belajar bersama, berbagi ilmu, dan turun langsung ke masyarakat lewat kegiatan sosial seperti edukasi,” jelasnya penuh keyakinan.
Isyara sadar bahwa perjalanannya kedepannya masih panjang. Ia berpesan kepada dirinya sendiri agar selalu kuat dan konsisten.
“Tetap semangat, terus belajar, dan jadilah role model yang baik untuk semua orang. Jadilah Muli dengan perwujudan nyata dari slogan Be Strong!” tuturnya.
Kini, setelah ajang usai, Isyara bertekad menjadikan perannya sebagai Juara Harapan II Muli Mekhanai Unila sebagai jalan untuk berkontribusi lebih luas.
Dengan “Belajar Terbuka,” Isyara berharap kontribusinya tidak berhenti di panggung kompetisi, melainkan dapat benar-benar hadir di tengah masyarakat. [Delima Kurnia]

Tinggalkan Komentar Anda