Tim basket SMA YP Unila. | Dandy HR
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Tim basket SMA YP Unila Bandar Lampung berhasil meraih juara II dalam turnamen basket Smanda Olympic 2025 yang berlangsung di Universitas Teknokrat Indonesia, Kamis (25/9/2025).
Meski gagal mengamankan gelar juara I, pencapaian ini tetap menjadi kebanggaan besar bagi tim.
Kapten tim, Reyhan, mengaku bersyukur sekaligus merasa sedikit kurang puas.
“Alhamdulillah senang bisa juara II. Cuma memang agak kurang puas karena dari awal targetnya juara I. Sudah masuk final, pasti pengennya all out. Tapi rezekinya belum sampai di situ,” ujar Reyhan.
Menurut Dafahri, personel tim, salah satu tantangan terbesar tim selama turnamen adalah komunikasi dan mental.
“Dari awal mental kami agak down. Kadang ada pemain yang nggak datang latihan, jadi pola permainan nggak semua ngerti. Itu bikin chemistry kurang kebentuk,” jelasnya.
Meski begitu, Dafahri menegaskan bahwa tim selalu berusaha disiplin dengan jadwal latihan yang sudah ditentukan.
“Kalau ada yang izin, latihan tetap jalan. Tapi kesadaran pribadi harus ada. Karena kalau kesempatan disia-siain, selalu ada pemain lain yang bisa gantiin,” tambahnya.
Meski menghadapi kendala, tim YP Unila tetap mampu menunjukkan permainan solid hingga menembus final. Reyhan menegaskan bahwa doa, latihan rutin, dan chemistry antarpemain menjadi kunci utama.
“Latihan jangan bolong, doa jangan lupa. Terus chemistry itu penting. Kadang kita nginep bareng di satu rumah biar bonding lebih kuat. Dari ngobrol santai sampai evaluasi pola main, semua bisa dibahas bareng,” ungkap Reyhan.
Salah satu momen penting bagi tim adalah kemenangan atas SMAN 5 dengan skor 30–10.
“Menang lawan SMAN 5 jadi pelajaran penting. Skornya jauh, tapi tetap ada kesalahan seperti main individu dan egois. Dari situ kami belajar kalau setiap lawan beda polanya,” kata Dafahri.
Kendati demikian, langkah YP Unila harus terhenti di final melawan SMAN 10, lawan yang diakui sebagai tim terkuat di turnamen ini.
Persiapan tim terbilang cukup panjang dengan fokus pada fisik, basic, dan drill permainan.
“Coach kami lebih banyak kasih tindakan, langsung praktik di lapangan. Cuek sih, tapi perhatian. Nggak sering kasih motivasi, tapi ngajarin yang benar,” ungkapnya.
“Target kami selanjutnya DBL. Tahun lalu kami sudah juara, jadi ingin mempertahankan. Karena mempertahankan lebih sulit daripada mendapatkannya,” tutur Reyhan. [Dandy HR]

Tinggalkan Komentar Anda