Raden Denish (kiri). | Delima Kurnia
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Ajang pemilihan Muli Mekhanai Universitas Lampung (Unila) 2025 menjadi momen bersejarah bagi Program Studi (Prodi) Bahasa Prancis FKIP.
Dari enam perwakilan yang dikirim yakni tiga muli dan tiga mekhanai, hanya satu yang berhasil menembus tiga besar. Dia adalah Raden Denish, dengan nomor urut 07. Denish adalah mahasiswa baru Prodi Bahasa Prancis angkatan 2025.
Ia berhasil meraih posisi Wakil II Mekhanai Unila pada malam grand final yang diselenggarakan di Gedung Serbaguna (GSG) Unila, Selasa, 23/9/2025.
Dalam wawancara, ia mengaku tidak menyangka dapat melaju hingga meraih posisi tiga besar.
Denish bilang kaget kaget karena menyangka terpilih di 3 besar ini. Sebelumnya ia hanya berpikir batas maksimal hanya menyentuh 6 besar.
”Namun, Tuhan dengan kebesarannya memberikan saya kesempatan ini,” ujarnya penuh syukur.
Meski berstatus mahasiswa baru, ia mampu menunjukkan potensi besar. Menurutnya, perjalanan menuju pencapaian ini tidak mudah karena sejak awal ia harus berjuang melawan rasa takut berbicara di depan umum.
“Tantangan terbesar saya adalah menghadapi ketakutan sendiri, terutama public speaking. Sejak awal saya membangun dan mengasah soft skill seperti berbicara,” katanya.
Ajang ini juga memberinya banyak pengalaman berharga. Selain mengasah kemampuan berbicara, ia juga belajar manner, berpikir cepat, serta membangun soft skill yang sebelumnya belum pernah disentuh.
“Saya puas dan bersyukur, karena saya bisa mewakili Prodi Bahasa Prancis di ajang Muli Mekhanai ini. Apalagi sebagai mahasiswa baru, saya bangga bisa mencapai posisi ini,” tambahnya.
Sebagai Wakil II Mekhanai Unila, ia berharap dapat mengemban amanah dengan sebaik-baiknya.
“Harapan saya untuk tahap selanjutnya adalah bisa lebih amanah dalam menjalankan tugas, terutama di posisi Wakil II ini,” pungkasnya. [Delima Kurnia]

Tinggalkan Komentar Anda