Nusantara

Risky Erlangga Mahasiswa Itera Siap-Siap ke Korea Selatan, Studi Banding Budaya dan Kearifan Lokal

Risky Erlangga Mahasiswa Itera Siap-Siap ke Korea Selatan, Studi Banding Budaya dan Kearifan Lokal

Risky Erlangga (3 kiri). | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Risky Erlangga adalah seorang mahasiswa baru Institut Teknologi Sumatera (Itera) Prodi Rekayasa Kehutanan jalur SNBP 2025.

Sebelumnya Risky bersekolah di SMKN 1 Bandar Lampung Jurusan Pemasaran dan merupakan salah satu siswa berprestasi.

Risky juga pendiri dan duta Komunitas Generasi Muda Berprestasi (GMB) yang dinaungi oleh Yayasan Sinar Penjaga Bangsa.

GMB merupakan salah satu ajang duta dan komunitas terbesar di Indonesia dan juga Lampung. Komunitas ini menciptakan lebih dari 700 finalis GMB di 25 provinsi.

Tidak hanya itu, prestasi Risky selama menjadi pelajar juga banyak. Mulai dari juara I Olimpiade Nasional Sains & Bahasa Tingkat Nasional, juara III Sayembara SNBP 2025 Pusat Prestasi Indonesia, juara I Lomba Baca Puisi, Juara I Short Movie Tingkat Kota, Peringkat I selama 3 tahun di SMK, peringkat paralel I Jurusan Pemasaran, siswa terbaik Jurusan Pemasaran Angkatan 2025, peringkat paralel 4 Besar Angkatan 2025.

Ia juga mendapatkan beasiswa pendidikan dan predikat siswa terbaik di SMKN 1 Bandar Lampung.

Risky juga pernah menjadi Runner Up 2 Duta Sahabat Nusantara Indonesia dan siswa PKL terbaik di PT Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) Branch Lampung.

Risky merupakan anak tunggal dari seorang tukang becak. Ia tinggal bersama ayahnya sejak kecil. Risky disekolahkan oleh orang lain ketika berusia 8 tahun.

Saat anak-anak lain bersekolah, ia tidak bersekolah, melainkan merongsok dan mengemis di jalanan. Bahkan, untuk makan mereka mencari sisa sayuran layak di Pasar Tugu.

Di SD ia selalu masuk 10 besar.

Risky Erlangga kini sudah memberikan dampak nyata melalui duta dan komunitasnya, ia menggerakkan 700-an anak-anak muda Indonesia untuk berkarya melalui saluran instagram dalam menginspirasi banyak orang melalui video bakat dan motivasi.

Risky juga menjadikan GMB sebagai wadah memperkenalkan wajah Lampung melalui pariwisata.

Kini ia sedang mempersiapkan diri mewakili Lampung untuk melakukan studi banding tentang kearifan lokal dan budaya di Korea Selatan.

Semua pembiayaan ditanggung Yayasan Sinar Penjaga Bangsa.

Ia juga membantu masyarakat dalam laporan soal jalan rusak melalui media sosial. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda