Opini

Rekomendasi Promosi dan Demosi

Rekomendasi Promosi dan Demosi

Gufron Azis Fuadi

Alkisah permaisuri Fan pernah bertanya kepada suaminya, raja Zhuang dari kerajaan Chu tentang kinerja perdana menterinya, Yu Qiuzi yang telah menduduki kursi PM hampir sepuluh tahun.

Raja Zhuang menjawab, “Dia sangat kompeten dan setia.”

“Tetapi apakah kamu yakin dia setia,” lanjut istrinya.

“Saya telah hidup bersamamu selama sebelas tahun. Tetapi saya tidak pernah mendengar Yu Qiuzi merekomendasikan untuk mempromosikan seseorang yang bagus dan berbakat atau men-demosi-kan/memecat mereka yang tidak kompeten. Dia menutup akses bagi orang-orang yang potensial… Jika dia mengetahui seseorang itu bagus dan potensial tetapi tidak merokomendasikan untuk promosi, maka dia tidak setia kepada mu. Jika dia tidak mengetahui seseorang untuk direkomendasikan, maka dia tidak bekerja dengan baik…”

Setelah mengetahui pendapat permaisuri raja diatas, akhirnya Yu Qiuzi dengan malu mengundurkan diri dan merekomendasikan Sun Shuao untuk menggantikannya.

Kemudian negara menikmati keadilan dan kesejahteraan di bawah PM Sun Shuao.

Dari kisah di atas kita bisa mengetahui ternyata tidak banyak orang yang mampu menyingkirkan rasa cemburu dan rasa tidak aman ketika hendak merekomendasikan (promosi) seseorang yang lebih mampu dari dirinya.

Setidaknya karena takut mereka akan menjadinya dimasa depan. Seseorang lebih peduli dengan posisinya saat ini dibandingkan kemajuan organisasi dimasa depan.

Kita juga bisa melihat kualitas seseorang dengan melihat orang orang yang direkrut untuk bekerja di bawahnya. Umumnya orang mencari anak buah yang bisa nurut kepada dirinya, bukan orang yang bisa menjadi sparring partner yang dapat menguji kekuatan (ide dan gagasan)nya.

Banyak orang tidak tertarik untuk hebat di antara orang hebat, tetapi lebih senang terlihat hebat di antara orang orang yang biasa saja.

Rekomendasi adalah saran, usulan, atau anjuran yang diberikan berdasarkan informasi, data, atau pemahaman tentang kebutuhan, preferensi, atau situasi seseorang atau sesuatu, yang bertujuan untuk memberikan dukungan, pengesahan, atau arahan agar pihak lain memberikan kepercayaan, kesempatan, atau perhatian lebih lanjut.

Rekomendasi bisa bersifat lisan maupun tulisan. Umumnya rekomendasi adalah sesuatu yang diperhatikan tetapi tidak mengikat.

Tetapi ada beberapa rekomendasi dalam organisasi tertentu yang rekomendasinya adalah wajib dan mengikat, contohnya rekomendasi DPTW PKS kepada lembaga MPW, DPW dan DSW.

Ada dua macam rekomendasi yaitu rekomendasi untuk promosi dan rekomendasi untuk demosi.

Promosi posisi atau promosi jabatan, adalah kenaikan tingkat seorang ke posisi yang lebih tinggi dalam sebuah organisasi, yang biasanya disertai dengan peningkatan tanggung jawab, wewenang, dan status.

Rekomendasi promosi harusnya dilakukan dengan mengikuti kaidah “the right man on the right place” (orang yang tepat di tempat yang tepat) dan “the right man on the right job” (orang yang tepat untuk pekerjaan yang tepat).

Ini adalah strategi untuk menempatkan personel pada posisi yang paling sesuai dengan kemampuan, keterampilan, bakat, minat, dan kompetensi mereka, sehingga dapat meningkatkan kinerja individu, produktivitas dan efektivitas organisasi.

Bila promosi tidak memperhatikan prinsip di atas, maka tidak saja akan menyuburkan praktik koncoisme dan nepotisme tetapi juga akan memicu kerapuhan organisasi, sebagaimana sabda Nabi Saw: “Apabila urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah kehancurannya.” (HR Bukhari)

Tetapi bukan berarti tidak boleh mempromosikan kawan atau saudara, selama orang tersebut memang kompeten, sebagaimana Nabi Musa pernah merekomendasikan Harun kepada Allah (lihat surat Thaha: 29-32)

Di samping itu juga tetap harus memperhatikan keseimbangan sosial politik dengan melakukan agregasi politik agar soliditas organisasi tetap terjaga.

Sebaliknya adalah demosi seseorang dari posisinya. Yaitu penurunan atau pemberhentian jabatan seorang ke posisi yang lebih rendah dalam organisasi, baik karena kinerja kurang, pelanggaran aturan, restrukturisasi organisasi maupun pensiun habis waktu jabatannya.

Contoh rekomendasi demosi adalah usulan rekomendasi dari para purnawirawan jenderal untuk mencopot Gibran sebagai wapres beberapa waktu lalu.

Promosi dan demosi dalam suatu organisasi adalah hal yang biasa dan lumrah sebagai strategi memajukan organisasi. Karena setiap organisasi selalu berada dalam lingkungan (sistem) yang lebih besar yang selalu mengalami perubahan terutama sosial, ekonomi dan politik.

Perubahan yang terjadi dalam lingkungan di luar kita seringkali tidak bisa kita kendalikan, tetapi kita bisa memprediksi dan memitigasinya.

Seperti ungkapan Jimmy Dean, “Kita tidak bisa merubah arah angin tetapi kita bisa menyesuaikan arah layar untuk mencapai tujuan.”

Selamat muswil dan musda PKS se- Indonesia. “Kokoh Bersama majukan Lampung untuk Indonesia”

Wallahu a’lam bi shawab. [Gufron Azis Fuadi]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda