Nusantara

Pendongeng Asal Lampung Jarwo Songha Hibur Anak-Anak Perbatasan Indonesia-Malaysia

Pendongeng Asal Lampung Jarwo Songha Hibur Anak-Anak Perbatasan Indonesia-Malaysia

Jarwo Songha

Wartalampung.id, Sambas – Pendongeng Lampung, Jarwo Songha, mengadakan pentas keliling mendongeng ke berbagai pelosok wilayah Indonesia bersama Solidaritas Erlangga.

Kegiatan ini dilaksanakan di berbagai daerah terpencil.

Jarwo Songha menghibur anak-anak di perbatasan Indonesia-Malaysia tepatnya di SDN 16 dan 19 Temajuk, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat pada Jumat-Rabu (15-20/8/2025).

Kegiatan yang dipusatkan di aula Balai Desa Temajuk ini diikuti oleh sekitar 200-an siswa.

Pentas keliling mendongeng berikutnya akan dilaksanakan di akhir Agustus ini di Banjarnegara, Jawa Tengah.

Anak-anak di perbatasan Indonesia-Malaysia sangat antusias mendengarkan dongeng yang dibawakan oleh Kak Jarwo.

Kak Jarwo bercerita tentang seorang anak kecil bernama Ucil yang tinggal di tapal batas Indonesia. Ucil sangat senang berbahasa Indonesia.

Ucil juga suka berbelanja di warung dengan mata uang rupiah. Dan, yang tidak kalah pentingnya Ucil sangat bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia.

“Tema Cinta Tanah Air sangat cocok untuk anak-anak di perbatasan Indonesia-Malaysia. Anak-anak begitu senang dengan kedatangan kami untuk mendongeng di sana,” ungkap pendongeng kelahiran Lampung itu.

Atika Permata, Kordinator Solidaritas Erlangga, mengatakan, Kegiatan Giat Literasi Keliling Nusantara sebagai bentuk kepedulian Erlangga kepada warga di berbagai pelosok daerah di Indonesia.

Lokasi kegiatan juga dipilih daerah-daerah pelosok yang jarang tersentuh kegiatan-kegiatan mendongeng.

“Kami datang ke berbagai pelosok Indonesia untuk menhibur dan mengedukasi anak-anak agar cinta Tanah Air Indonesia,” kata dia.

Herlina, Kepala SDN 19 Temajuk, mengatakan, tidak menyangka bisa kedatangan Kak Jarwo yang mendongeng untuk anak-anak di perbatasan.

Cerita yang ditampilkan Kak Jarwo juga sangat kontekstual dengan kondisi kehidupan kami di Perbatasan Indonesia-Malaysia.

Walaupun hidup dengan penuh keterbatasan, mereka selalu cinta dan bangga menjadi bagian dari negara Indonesia.

“Semoga suatu saat Kak Jarwo bisa hadir kembali ke sini. Menghibur anak-anak yang tinggal di tapal batas Indonesia,” katanya. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda