Nusantara

Mahasiswa KKN Itera Manfaatkan Limbah Pertanian dan Diversifikasi Produk

Mahasiswa KKN Itera Manfaatkan Limbah Pertanian dan Diversifikasi Produk

Mahasiswa KKN Itera

Wartalampung.id, Rawa Selapan – Untuk memberdayakan Desa Rawa Selapan sebagai pusat produksi nata de coco sekaligus mengelola limbah pertanian secara berkelanjutan, mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) Rekognisi Institut Teknologi Sumatera (Itera ) melakukan inovasi pengolahan limbah serta diversifikasi produk.

Desa Rawa Selapan memiliki potensi besar di bidang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) nata de coco dengan tercatat 15 pelaku usaha.

Proses produksinya menghasilkan limbah cair dan padat yang menimbulkan bau menyengat di sekitar lokasi produksi. Selain itu, produk yang dihasilkan biasanya langsung dijual ke tengkulak tanpa pengolahan lanjutan.

Melihat hal tersebut, mahasiswa tidak hanya mengolah limbah nata de coco menjadi pupuk dan eco-enzyme, tetapi juga mengembangkan produk inovatif berupa minuman jelly berbahan dasar nata de coco agar UMKM dapat memproduksi dan memasarkan produk secara mandiri.

Selain potensi nata de coco, desa ini juga merupakan salah satu lumbung padi di Lampung Selatan. Namun, limbah pertanian seperti sisa sayuran dan kotoran hewan belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui program ini, limbah tersebut diolah menjadi pupuk kompos untuk mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus meningkatkan kesuburan tanah.

Kegiatan ini merupakan bagian dari hibah internal kepada masyarakat melalui skema program desa binaan yang diketuai oleh Yosi Syafitri, dengan melibatkan 10 mahasiswa dari Program Studi Teknologi Pangan, Teknologi Industri Pertanian, dan Biologi.

Dosen pembimbing lapangan, Dina Fithriyani, berharap program dapat dilanjutkan dengan pelatihan lain seperti pengenalan CPPOB (cara produksi pangan olahan yang baik), keamanan pangan dan teknologi pemasaran agar Desa Rawa Selapan dapat menjadi pusat olahan nata mandiri di Provinsi Lampung.

Sosialisasi diikuti oleh pelaku UMKM nata de coco, kelompok tani, serta perangkat desa yang antusias mengikuti materi dan demonstrasi.

Diharapkan, kegiatan ini tidak hanya membuka peluang usaha baru, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah berkelanjutan.

Ketua Gapoktan, Muyoto, menyampaikan harapannya agar program inovatif seperti ini terus berlanjut dan mampu memberikan nilai tambah, tidak hanya untuk kualitas pertanian tetapi juga dari sisi ekonomi melalui pengolahan yang berkelanjutan. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda