Aisya Rara Maharani
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Salah seorang Duta Teknokrat, Rara, baru-baru ini mengikuti ajang pemilihan Muli-Mekhanai Lampung Tengah. Dalam perhelatan berbasis pageant itu, Rara terpilih menjadi runner-up V.
Kepada wartalampung.id, Rara bercerita banyak hal. Ia menceritakan itu dalam pesan tertulis.
Rara bilang, ia awalnya ingin lebih mengembangkan potensi diri, khususnya di bidang public speaking dan kepemimpinan.
Selain itu, ia juga ingin menjadi representasi positif dari kampus di luar, dan bisa menginspirasi mahasiswa lain untuk aktif dan berprestasi, tidak hanya secara akademik tapi juga nonakademik.
Rara percaya bahwa perempuan bisa menjadi agen perubahan. Ia ingin menjadi bagian dari itu.
”Menjadi Duta Teknokrat bukan hanya soal prestise, melainkan juga tanggung jawab. Saya ingin membuktikan bahwa perempuan muda bisa bersuara, punya wawasan, dan mampu menginspirasi lingkungan sekitar, terutama di dunia kampus,” katanya.
Rara merasakan banyak manfaat bergabung menjadi Duta Teknokrat. Ia mengaku kini lebih percaya diri, mempunyai jaringan pertemanan yang luas, dan bisa belajar langsung bagaimana menjadi role model di lingkungan kampus.
Selain itu, ia juga mendapat banyak kesempatan untuk tampil di berbagai event, menyambut para pejabat serta ikut mendampingi para dosen untuk terlibat langsung dalam kegiatan sosial dan akademik kampus.
Rara juga mengatakan, kini ia lebih peka terhadap isu-isu sosial di lingkungan sekitar.
”Menjadi Duta Teknokrat membuat saya lebih tangguh secara mental, dan lebih siap menghadapi tantangan di dunia nyata.”
Salah satu pengalaman paling menarik dan berkesan selama ia menjadi Duta Teknokrat adalah saat diberi kepercayaan untuk menyambut langsung Gubernur Lampung dalam sebuah acara kampus.
Bagi Rara, itu bukan hanya sebuah tugas seremonial, melainkan bentuk nyata dari kepercayaan kampus terhadap kapasitasnya sebagai representasi mahasiswa.
Selain itu, ia juga dipercaya sebagai Ketua Humas Duta Teknokrat. Kini Rara bertanggung jawab dalam menjalin komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk media, sponsor, hingga panitia internal.
”Posisi ini melatih saya untuk menjadi pribadi yang lebih tangguh, strategis, dan peka terhadap dinamika organisasi,” katanya.
Tak hanya itu, ia juga sering terlibat dalam menyambut para pejabat daerah dan tokoh penting dalam berbagai forum formal kampus, seperti seminar nasional dan kunjungan kerja sama.
Dari situ, Rara belajar pentingnya menjaga etika, citra diri, dan bagaimana membangun komunikasi yang profesional dan efektif.
Semua pengalaman ini membentuk dirinya menjadi pribadi yang lebih matang, percaya diri, dan siap menghadapi dunia profesional di luar kampus.
Ketertarikan Rara pada dunia pageant dan modeling sebenarnya sudah tumbuh sejak ia duduk di bangku SMP kelas I.
Saat itu, saya mulai mengikuti berbagai lomba modeling, mulai dari tingkat daerah hingga akhirnya berani melangkah ke ajang tingkat nasional.
Ia pernah mendapatkan gelar sebagai:
The Best Personality tepatnya di WYC Mangga Dua Square Jakarta By Antochil Prodaction
The Next Indonesia Top Model di Hotel Balairung By Bintang 2000 Production Jakarta
Juara 1 Top Model Nusantara di Hotel Jayakarta by Tirta Enterprise Jakarta
Juara II Gadis Rabbani Tingkat Reshere Rabbani Bandarjaya
Juara Queen Top Model & Talent Bintang Tv by Vip Production
Juara II FLSN Solo Song tingkat SMP sekabupaten
Dari sekian banyak itu, Rara paling terkesan saat ia dinobatkan sebagai model berprestasi di bawah naungan Maranatha Management.
Saya sadar bahwa dunia ini bukan hanya tentang penampilan, tapi tentang karakter, kepercayaan diri, dan bagaimana kita membawa nilai positif di hadapan publik.
Seiring berjalannya waktu, ia semakin melihat bahwa dunia pageant adalah platform yang sangat luas dan berpengaruh.
Melalui ajang-ajang ini, ia bisa mengasah kepribadian, memperkuat mental, serta menyuarakan isu-isu sosial yang ia pedulikan.
”Dan yang terpenting, saya ingin membuktikan bahwa perempuan bisa berprestasi, berbicara lantang, dan tetap elegan dalam satu waktu.”
Sebelum menjadi RU 5 Muli Lampung Tengah, ia fokus menjadi panitia di Duta Kampus dan menjalani kegiatan sebagai mahasiswa.
Ikut serta dalam ajang Muli Mekhanai (MM) Lamteng adalah pengalaman yang sangat berharga. Dari awal, proses seleksi dimulai dari mengumpulkan berkas ke dinas Disporapar serta melakukan technical meeting, lalu dilanjutkan dengan upacara pembukaan Pemilihan Muli Mekhanai tepatnya di Nuwo Balak Gunungsugih.
Kemudian ia melakukan kunjungan ke Gelompong Bandar Jaya dan Danau Tirta Gangga yang penuh pembelajaran mulai dari kepribadian, public speaking, budaya Lampung, hingga pelatihan catwalk.
Di situ ia juga mulai mengenal teman-teman finalis lain yang luar biasa.
Hari berikutnya tes wawancara dan tertulis di Hotel BBC Bandarjaya, dilanjutkan dengan kelas kecantikan dan talent show.
Tiba di malam grand final adalah momen paling menegangkan dan mengesankan.
”Saya merasa bangga bisa berdiri di panggung itu, menampilkan yang terbaik setelah semua proses panjang dan latihan yang dijalani. Saya tetap berdiri untuk tampil di Pemilihan Muli Mekhanai Lampung Tengah dikuatkan juga dengan keinginan ayah.”
Rara mengatakan, selama mengikuti pemilihan Muli-Mekhanai Lampung Tengah ini, ia bisa bertemu dengan banyak peserta dari latar belakang yang berbeda dan belajar langsung dari mentor yang sangat menginspirasi.
”Saya juga bangga bisa mewakili daerah dan membangun rasa percaya diri di atas panggung. Itu adalah momen di mana saya tumbuh tidak hanya secara pribadi, tapi juga dalam hal komunikasi dan public speaking.”
Rara mempunyai keinginan besar dalam dunia pageant dan modeling untuk bisa menjadi pribadi yang tidak hanya tampil menarik di luar, tapi juga bisa memberikan inspirasi dan dampak positif bagi orang lain.
Ia ingin menjadi role model yang menunjukkan bahwa kecantikan itu juga tentang kecerdasan, kepribadian, dan kepedulian terhadap lingkungan dan sosial.
Di dunia modeling, Rara ingin terus berkembang secara profesional, tampil di berbagai runway, dan mungkin suatu hari bisa mewakili Indonesia di ajang internasional.
Sejauh ini ia menerapkan manajemen waktu yang ketat dan membuat jadwal harian agar semua aktivitas bisa terorganisasi dengan baik.
Saat kuliah, ia memfokuskan sepenuhnya pada pelajaran dan di luar jam kuliah ia alokasikan waktu untuk latihan, kegiatan organisasi, atau ajang seperti pageant. Kuncinya, disiplin, prioritas, dan konsisten agar semua bisa berjalan seimbang.
Sukses selalu, Rara. [Adian Saputra]
Biodata
Nama : Aisya Rara Maharani
Kelahiran : Bandarjaya, 6 April 2004
Sekolah : SMAN 1 Terbanggi Besar
Kampus : Program Studi S1 Manajemen Universitas Teknokrat Indonesia (semester 7)
Tinggi : 160 cm
Berat : 51 kg

Tinggalkan Komentar Anda