Bimbingan Teknis Revitalisasi Bahasa Daerah
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Agar pembelajaran bahasa Lampung lebih menyenangkan dan menjadi wahana ekspresi pemelajar, perlu diadakan kegiatan yang dapat memfasilitasi pembelajar maupun pemelajar untuk mencapai tujuan tersebut. Oleh karena itu, Balai Bahasa Provinsi Lampung (BBPL) mengadakan kegiatan Bimbingan Teknis Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD).
Bimbingan Teknis RBD merupakan kegiatan rutin yang diadakan oleh BBPL sejak tiga tahun terakhir. Sasaran kegiatan ini adalah guru Bahasa Lampung tingkat SD dan SMP se-Provinsi Lampung. Bimbingan Teknis RBD tingkat SMP diadakan pada Kamis hingga Sabtu, 10—12 Juli 2025 dan diikuti 112 peserta. Sebelumnya, BBPL telah menyelenggarakan kegiatan serupa pada 7—9 Juli yang ditujukan bagi guru Bahasa Lampung tingkat SD.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, S.S.T.P., M.H. Dalam sambutannya, Thomas Amirico menyambut baik kegiatan tersebut. Thomas juga mengharapkan para guru dapat mengembangkan bahan ajar yang lebih adaptif, sesuai dengan kurikulum yang digunakan saat ini, yakni pembelajaran mendalam (deep learning).
“Harapan kami, materi bahasa Lampung bisa diterima lebih baik. Tugas guru bukan hanya bekerja, tetapi juga mendidik para siswa. Oleh karena itu, para guru harus memiliki strategi dan kreativitas dalam menyampaikan materi pembelajaran,” terangnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Balai Bahasa Provinsi Lampung, Halimi Hadibrata, M.Pd. menyampaikan bahwa RBD bertujuan untuk mengubah sikap negatif masyarakat terhadap bahasa, sastra, dan budaya daerah menjadi sikap positif.
“Kami sangat berharap RBD menjadi wahana ekspresi para pemelajar dalam menggunakan bahasa daerah, salah satunya melalui model pembelajaran komedi tunggal. Pembelajaran komedi tunggal memang tidak disebutkan secara eksplisit dalam kurikulum, tetapi kemampuan berkomedi tunggal mampu melatih keterampilan berbicara anak, terutama berbicara menggunakan bahasa Lampung,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Bimtek, Sustiyanti, menjelaskan bahwa kegiatan RBD telah dilaksanakan sejak tahun 2023. Setiap tahun, model pembelajaran dievaluasi dan disesuaikan dengan kebutuhan para siswa yang merupakan tunas bahasa ibu. Pada tahun 2025 ada penambahan model pembelajaran baru, yaitu bernyanyi lagu Lampung. “Harapan kami, model ini dapat mengenalkan budaya Lampung lebih dekat dengan siswa dan membuat mereka senang belajar bahasa, sastra, dan Lampung,” ujarnya.
Sustiyanti berharap, setelah mengikuti Bimtek, para guru dapat melakukan pengimbasan kepada guru sejawat di tempat tugas masing-masing. Para guru yang terimbas kemudian mengajarkan model-model yang ada kepada para siswa sehingga tumbuh tunas-tunas bahasa ibu. “Puncak kegiatan RBD ini adalah Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) yang diselenggarakan Oktober mendatang,” lanjutnya. []

Tinggalkan Komentar Anda