Afifah Nusaibah. | Dokumentasi

Oleh: Afifah Nusaibah, Pengurus Bidang Ekuintek LH DPW PKS Lampung
Air merupakan suatu kebutuhan mutlak bagi manusia dan makhluk hidup lainnya. Tanpa air, segala sesuatu yang hidup akan kekeringan dan kesusahan.
Daratan di bumi hanya mencakup 30 persen saja, sedangkan 70 persennya terdiri dari lautan. Proses terjadinya air yang bisa kita minum atau yang mengalir di keran rumah-rumah kita melibatkan seluruh unsur alam semesta.
Allah menciptakan bumi yang terdiri dari daratan dan lautan, kemudian Allah perintahkan matahari untuk mengeluarkan cahaya panas sehingga air dilautan menguap menjadi partikel-partikel kecil menuju langit.
Lalu, diperintahkanlah angin untuk menggerakkan partikel-partikel yang kaya akan garam ini menuju atmosfer. Dan di sanalah partikel tersebut membentuk awan dengan mengumpulkan uap air di sekelilingnya.
Kemudian awan-awan kecil akan bergerak dan berkumpul menjadi awan yang lebih besar, hal ini menyebabkan gerakan udara vertikal ke atas yang terjadi di dalamnya meningkat. Lalu awan akan semakin membesar dan bertindih-tindih.
Membesarnya awan secara vertikal menjadikan gumpalan awan-awan tersebut naik ke bagian atmosfer dengan suhu rendah. Sehingga butiran-butiran air dan es menjadi lebih berat dan tak mampu ditopang oleh hembusan angin vertikal. Maka butiran air dan es tersebut jatuh menjadi hujan air atau hujan es.
Allah melibatkan matahari untuk menguapkan air laut, menggerakkan angin untuk memindahkan awan, lalu menurunkan hujan ke permukaan bumi. Air hujan diserap oleh tanah, melewati bebatuan dan akar-akar pepohonan.
Sehingga hadirlah air bersih yang dapat kita gunakan untuk memasak, minum, atau mencuci dan aktivitas lainnya.
اللَّهُ الَّذِي يُرْسِلُ الرِّيَاحَ فَتُثِيرُ سَحَابًا فَيَبْسُطُهُ فِي السَّمَاءِ كَيْفَ يَشَاءُ وَيَجْعَلُهُ كِسَفًا فَتَرَى الْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَالِهِ ۖ فَإِذَا أَصَابَ بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ إِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُونَ
“Dialah Allah Yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendakiNya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat air hujan keluar dari celah-celahnya; maka, apabila hujan itu turun mengenai hamba-hambaNya yang dikehendakiNya, tiba-tiba mereka menjadi gembira” (Q.S. Ar Rum : 48).
Mengetahui bahwa proses hadirnya air di sekitar kita bukanlah proses yang sederhana, sudah seharusnya masyarakat lebih bijak dan berhemat saat menggunakan air bersih.
Memanfaatkan air bersih dengan sebaik-baiknya tanpa menyia-nyiakan adalah bentuk syukur kita kepada Allah dan penjagaan kita terhadap pemberian-Nya. Selamat Hari Air Sedunia, 22 Maret 2021. []
