Endang Haryanti
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Dilahirkan di Sumedang pada 1989, Endang Haryanti lahir dari keluarga yang bisa dibilang sederhana, namun penuh dengan nilai-nilai kerja keras, dan semangat untuk berjuang.
Masa kecilnya dihabiskan di Sumedang. Ia kemudian meninggalkan kota tercinta itu untuk pindah ke Tangerang.
Di Tangerang, ia menamatkan sekolah menengah atas di SMA Islamic Center.
Endang sempat melanjutkan studi psikologinya di Universitas Muhammadiyah Tangerang, namun ia memutuskan untuk pindah ke Lampung bersama pamannya pada 2008.
la melanjutkan studi psikologi di Universitas Muhammadiyah Lampung.
Sejak remaja Endang selalu memiliki mimpi untuk bekeria sebagai klinis di rumah sakit jiwa. Alasannya, ia sangat senang ketika seseorang bercerita kepadanya.
Takdir kemudian mempertemukannya dengan teman dekatnya, Yani, yang membuka mata Endang pada sebuah jalan yang tidak pernah ia pikirkan sebelumnya.
Setelah berbicara panjang lebar tentang pilihan karier, temannya menawarkan pandangan baru untuk menjadi terapis untuk anak-anak berkebutuhan khusus.
Obrolan sederhana itu mengubah pikiran Endang dan menjadi titik balik di hidupnya.
Endang mulai mendalami dunia terapi. Ia merasa bahwa ini adalah cara yang lebih langsung untuk memberikan dampak positif pada orang-orang yang membutuhkan.
Meskipun keputusan itu datang dengan keraguan, akhirnya membawa Endang menuju karier yang kini menjadi panggilan hidupnya.
Perjalanan kariernya dimulai di sebuah pusat terapi anak berkebutuhan khusus (ABK). Di tempat itu, ia memperoleh pengalaman berharga dalam menangani berbagai kasus.
Pada tahun 2015, ia memutuskan untuk membuka pusat terapi sendiri yang diberi nama Mutiara Kasih. Ia menjalankannya dengan penuh dedikasi hingga 2017.
Di tahun yang sama, ia mengambil keputusan untuk bergabung dengan sebuah yayasan pendidikan. Ia berperan sebagai guru terapi untuk anak-anak berkebutuhan khusus hingga 2019.
Namun, passion-nya untuk memberikan terapi lebih personal dan intensif mendorongnya untuk berfokus sebagai terapis privat bagi ABK.
Ini sebuah profesi yang telah ia jalani sejak 2016 hingga saat ini. Ia mengaplikasikan metode terapi Applied Behavior Analysis (ABA).
Pada 2023, ia melanjutkan peranannya sebagai terapis privat untuk seorang murid di SMA Tunas Mekar Indonesia (TMI) Bandar Lampung. Ia terus berupaya memberikan dukungan terbaik bagi perkembangan anak didiknya.
Terapis bukan klinis di rumah sakit jiwa adalah jalan yang membawa Endang untuk meraih keinginannya untuk membantu banyak orang.
Kini entitas SMA TMI Bandar Lampung yang bakal menangguk banyak manfaat dari keberadaan seorang Endang Haryanti. [Nadia Faiza Ammara Putri/Pelangi Nirbita Larisati/Khairunissa Allexandria Raharjo/Keshya Laiqa Nadra/Nadata Aurel Riendra/SMA TMI Bandar Lampung]

Tinggalkan Komentar Anda