Nusantara

Program Kosabangsa 2024, Tim UBL Ciptakan Inovasi Mesin Sortir Otomatis Berbasis IoT

Program Kosabangsa 2024, Tim UBL Ciptakan Inovasi Mesin Sortir Otomatis Berbasis IoT

Tim UBL Ciptakan Inovasi Mesin Sortir Otomatis Berbasis IoT

Tim UBL Ciptakan Inovasi Mesin Sortir Otomatis Berbasis IoT

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Kabupaten Pesisir Barat, khususnya Pekon Sukabaru, dikenal sebagai penghasil damar mata kucing (Shorea javanica), salah satu komoditas unggulan Provinsi Lampung.

Namun, keterbatasan teknologi dalam proses produksi yang masih manual menjadi kendala dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas produk yang sesuai dengan standar pasar.

Menjawab tantangan tersebut, tim akademisi Universitas Bandar Lampung (UBL) melalui Program Kosabangsa 2024 berhasil menciptakan inovasi berupa Mesin Sortir Otomatis Berbasis IoT.

“Inovasi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi damar mata kucing sehingga dapat memenuhi permintaan pasar dengan standar yang lebih baik,” ungkap Riza Muhida, Ketua Tim Pelaksana dari UBL, Rabu (18/2).

Riza menjelaskan, selama ini proses sortir damar dilakukan secara manual menggunakan ayakan, yang membutuhkan waktu lama dan tingkat akurasi rendah.

“Dengan mesin sortir otomatis ini, yang dilengkapi dengan motor vibrasi dan sensor berat serta pemantauan berbasis IoT, waktu sortir dapat dipangkas hingga 33%. Dalam waktu satu jam, mesin ini mampu menyortir hingga 75 kg damar dengan konsistensi kualitas yang sesuai dengan standar pasar,” tambahnya.

Mesin sortir ini dirancang untuk mengatasi keterbatasan teknologi di sektor produksi dan memberikan dampak langsung pada peningkatan efisiensi kerja petani.

“Ini adalah langkah konkret untuk memberdayakan petani lokal, meningkatkan produktivitas, dan membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk damar mata kucing,” jelasnya.

Program ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang didukung oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) melalui Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) tahun anggaran 2024.

Selain inovasi teknologi, program ini juga melibatkan pelatihan keterampilan digital bagi karang taruna setempat.

Tim pelaksana, yang terdiri dari Riza Muhida, Okta Ainita, dan Haris Murwadi, bekerja sama dengan akademisi Universitas Lampung (Unila), yaitu Sri Ratna Sulistiyanti dan Dyah Indriana Kusumastuti.

Tim pelaksana, selain menciptakan mesin sortir damar mata kucing, juga telah memberikan pelatihan pembuatan konten visual dan video promosi, yang bertujuan membantu karang taruna mempromosikan damar mata kucing dan potensi wisata lokal melalui platform digital.

“Dengan pelatihan ini, kami berharap generasi muda di Pekon Sukabaru mampu menjadi motor penggerak ekonomi kreatif melalui pemasaran digital. Hasilnya sudah terlihat, konten promosi yang mereka buat mulai menarik perhatian wisatawan dan pembeli dari luar wilayah,” jelas Riza.

Inovasi dan pelatihan ini tidak hanya meningkatkan produksi damar mata kucing tetapi juga membuka peluang baru dalam pemasaran dan pariwisata lokal.

Program Kosabangsa 2024 diharapkan menjadi model pengembangan ekonomi berbasis teknologi yang dapat diterapkan di daerah lain di Indonesia. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda