Nusantara

Muli Intelegensia Lamsel 2024-Mahasiswi Universitas Teknokrat Indonesia Mareta Putria Berbagi Cerita Kegigihan Cari Penghasilan

Muli Intelegensia Lamsel 2024-Mahasiswi Universitas Teknokrat Indonesia Mareta Putria Berbagi Cerita Kegigihan Cari Penghasilan

Mareta Putria

Mareta Putria

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Bekerja paruh waktu menjadi pilihan beberapa mahasiswa untuk mencukupi kebutuhan. Motivasinya beragam.

Ada yang memang mencari uang jajan tambahan tanpa perlu meminta kepada orangtua. Ada pula yang memang bernawaitu meringankan beban orangtua.

Mareta Putria, @maretaputriaa mahasiswi Universitas Teknokrat Indonesia, juga punya cerita seputar itu. Muli Intelegensia Lampung Selatan tahun 2024 ini berbagi cerita kepada pembaca wartalampung.id.

Mareta bilang, saat memasuki semester empat, ia memutuskan bekerja paruh waktu. Ia ingin sedikit meringankan beban orangtuanya dalam memenuhi kebutuhan kuliahnya.

Motivasi itu bertambah tinggi kala ia memang ingin membeli sebuah laptop untuk kebutuhan kuliah. Maka, Mareta memutuskan mencari pekerjaan paruh waktu.

Baca: Mareta Putria, Muli Intelegensia Lamsel-Mahasiswi Universitas Teknokrat Indonesia: Ajang Pembuktian Diri

Tak tanggung-tanggung, paruh waktu yang ia kerjakan bahkan di tiga tempat.

Usai kuliah, ia memutuskan bekerja di sebuah kafe di daerah Telukbetung. Usai itu, ia memberanikan diri mengajar les privat. Senja sampai malam ia paruh waktu di sebuah kedai makan.

Tak ada jeda istirahat bagi Mareta selama semester empat yang baru lewat. Meskipun capek, ia senang. Meskipun juga sempat dimarahi kala bekerja belum mahir, ia tak mundur selangkah pun.

Lambat laun, ritme bekerja usai jam perkuliahan ia jalani dengan teramat baik. Indeks prestasi kumulatif (IPK)-nya pun oke.

Kepada wartalampung.id, gadis cantik yang tinggal di Natar, Lampung Selatan, ini berujar, bekerja dengan ritme demikian memang lumayan melelahkan. Tapi, demi asa yang ingin dicapai, capek itu ia abaikan.

Baca: Cerita Muli Intelegensia Lamsel 2024-Mahasiswi Universitas Teknokrat Indonesia Mareta Putria, Hapus “Ni” Supaya Tak Sama dengan Lagu Rhoma Irama

Mareta bersyukur selama bekerja itu, semua baik-baik saja.

“So far so good,” kata mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris itu.

Mareta bilang, itu adalah pengalaman kerjanya yang perdana. Ia bahkan bersyukur bisa bekerja dengan tenggat dan tekanan yang lumayan tinggi. Dari situ ia makin menghargai uang dan waktu.

Kebahagiaannya jelas tak bisa diucapkan. Menutupi kebutuhan kuliah dan bisa membeli laptop buatnya adalah kesyukuran tersendiri.

Mareta juga tak menganggap ia istimewa lantaran bisa bekerja pada tiga tempat kerja dalam jeda durasi yang pendek setiap hari selepas kuliah.

Ia yakin banyak juga mahasiswa lain yang menjalani pola hidup seperti itu.

Kebahagiaan memang tiap orang yang merasakan. Dan bagi Mareta, menjalani hidup sejauh ini, sampai bisa punya uang hasil kerja sendiri, adalah yang utama.

Sukses dan semangat terus, Mareta. [@adiansaputra27]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda