Prof. Ismunandar Ph.D

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Duta Besar/Wakil Delegasi Tetap Republik Indonesia untuk UNESCO Prof Ismunandar Ph.D mengisi kuliah umum di auditorium Universitas Teknokrat Indonesia.
Sebelum memulai kuliah umum, Ismunandar mengatakan, masa kerja dia di UNESCO baru saja selesai per akhir September yang lalu. Ia kini sedang bersiap kembali ke kampus, ITB, untuk mengajar sebagai dosen.
Ismunandar mengemukakan mahasiswa sekarang mesti adaptif dengan perkembangan teknologi. Termasuk yang sekarang terus berkembang yakni kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Ismunandar mengatakan, AI tidak akan menggerus lapangan pekerjaan. AI tidak serta merta membuat semua pekerjaan tidak lagi dilakoni manusia.
Menurut Ismunandar, yang akan terdegradasi adalah mereka yang tidak mempunyai kemampuan menggunakan AI untuk peningkatan kualitas pekerjaan dan hidupnya.
Maka itu, ia mengajak mahasiswa Teknokrat untuk cepat adaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Meskipun demikian, ia menyarankan agar penggunaan ponsel dibatasi supaya tidak mengganggu relasi antarteman atau antaranggota keluarga.
Ia tetap menyarankan generasi milenial, gen Z, dan generasi Alpha untuk membaca buku, artikel-artikel panjang sehingga asupan informasi yang didapat menjadi utuh.
Ismunandar mengatakan, penggunaan ponsel yang berlebihan cenderung mengurangi relasi antarmanusia. Hal itu jelas merugikan karena mengurangi kans seseorang bertambah jejaring pertemanan.
Padahal, jejaring pertemanan adalah hal penting dalam perkuliahan, pekerjaan, dan lainnya.
Ismunandar juga menceritakan masa kecilnya yang dihabiskan di Kota Metro sebelum kuliah di ITB jurusan Kimia di Fakultas MIPA.
ia bercerita memang menyukai Kimia jika dibandingkan pelajaran lain. Bahkan, mata pelajaran Kimia di Nilai Ebtanas-nya dahulu mencapai 9, tertinggi di antara mata pelajaran lain.
Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr HM Nasrullah Yusuf SE MBA sengaja mengundang Ismunandar ke kampusnya mengisi kuliah umum. Sebab, pengalaman kerjanya di UNESCO dan pernah menjabat Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti sangat kaya dan layak untuk dibagikan kepada mahasiswa.
Rektor berharap mahasiswa bisa mendapat pencerahan usai mengikuti kuliah umum ini. Khususnya lagi dalam hal sukses dalam perkuliahan dan dunia kerja. []

Tinggalkan Komentar Anda