Berita Foto Ruwajurai Lampung Timur

Tim Dosen-Mahasiswa Unila Pengabdian di Sukadana, Fokus Cegah Anemia Petani Ubi

Tim Dosen-Mahasiswa Unila Pengabdian di Sukadana, Fokus Cegah Anemia Petani Ubi

Tinm dosen dan mahasiswa Unila pengabdian di Desa Rantaujaya Udik II, Kecamatan Sukadana, Lampung Timur. | Dokumentasi

Tinm dosen dan mahasiswa Unila pengabdian di Desa Rantaujaya Udik II, Kecamatan Sukadana, Lampung Timur. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Sukadana – Tim dosen dari Universitas Lampung (Unila) melaksanakan program pengabdian masyarakat yang diketuai oleh dokter Rika Lisiswanti di Desa Rantaujaya Udik II, Kecamatan Sukadana, Lampung Timur, 28 Agustus 2024 yang lalu.

Fokus utama kegiatan ini yaitu pencegahan anemia dan pengelolaan penggunaan pestisida yang aman di kalangan petani singkong.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya Unila untuk mendukung kesehatan dan kesejahteraan petani di daerah pedesaan.

Sugeng Riyadi, Kepala Desa Rantaujaya Udik II, menyampaikan rasa syukur dan harapan dalam acara ini.

“Semoga ilmu yang disampaikan bermanfaat,” katanya.

Kegiatan ini diawali dengan skrining anemia dan pemeriksaan kadar hemoglobin (HB) bagi 96 petani ubi kayu di daerah tersebut. Hasil identifikasi awal menunjukkan sebagian besar petani tidak menyadari mereka berisiko tinggi terkena anemia.

Tingkat pemahaman juga rendah mengenai penyebab dan pencegahannya. Untuk mengatasi masalah ini, tim Unila memberikan edukasi komprehensif tentang anemia, termasuk penyebab, gejala, pencegahan, dan risiko anemia petani karena infeksi kecacingan serta pemakaian pestisida.

Anggota tim dosen lain, dokter TA Larasati memberikan demonstrasi penggunaan pestisida yang benar dan aman untuk pencegahan penyakit akibat pestisida khususnya anemia.

Warga desa antusias dalam kegiatan ini. Melalui sesi diskusi interaktif dan demonstrasi langsung, para petani aktif menyampaikan pertanyaan dan keresahan selama bertani singkong.

Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pengetahuan para petani tentang anemia, terutama dalam hal gejala dan cara pencegahan.

Berdasarkan data pengukuran pengetahuan awal, petani belum menyadari mereka berisiko anemia yang terlihat dari persentase petani yang benar menjawab tentang risiko tersebut hanya 55%.

Kegiatan yang juga difasilitasi oleh UPTD Puskesmas Sukadana tersebut ditutup dengan jargon semangat “Warga Desa Rantaujaya Udik II Bebas Anemia!”. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda