Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr HM Nasrullah Yusuf SE MBA. | Adian Saputra

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr HM Nasrullah Yusuf SE MBA menilai kurikulum merdeka Merdeka Belajar sangat positif.
Adanya kurikulum ini memungkinkan pertukaran mahasiswa merdeka (PMM) yang sejauh ini berjalan dengan lancar.
Nasrullah mengatakan, Merdeka Belajar memungkinkan setiap mahasiswa belajar di kampus lain dan mempepelajari budaya setempat. Dengan program pertukaran itu, khazanah kebudayaan mereka semakin meningkat.
Kata Nasrullah, ini akan sangat bermanfaat untuk kematangan hidup dan berpikir para mahasiswa peserta pertukaran. Demikian intisari Rektor kepada wartalampung.id usai memimpin upacara HUT ke-79 RI hari ini di kampus setempat.
Rektor menilai, Merdeka Belajar ini sangat layak untuk dipertahankan. Sebab, kemanfaatan yang dirasakan sangat banyak.
Pertukaran ini memungkinkan mahasiswa dari semua penjuru Indonesia beradaptasi dengan budaya baru dan memperkaya cara pandang mereka tentang kebangsaan dan kebinekaan.
Nasrullah juga menilai semasa pemerintahan Presiden Jokowi, banyak pembangunan pendidikan yang dilakukan. Termasuk juga bantuan kepada dosen dan kampus untuk berkembang.
Dalam konteks Teknokrat, tahun ini surat izin operasionalisasi Magister Bahasa Inggris dan Magister Ilmu Komputer sudah diterbitkan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi.
Rektor Teknokrat berharap ke depan ada peningkatan dalam pembangunan bidang pendidikan Indonesia. Termasuk juga untuk meneruskan hal positif dalam program pendidikan semasa Mendikbud Ristek Nadiem Makarim. []

Tinggalkan Komentar Anda