Mirhan Yulianto. | Abednego Stefanus

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Tidak hanya layanan tempat tinggal yang gratis, Rumah Singgah Pasien YBM PLN-IZI Lampung juga memiliki ambulans untuk mengantar jenazah dan pasien dari rumah sakit terdekat.
Di rumah singgah pasien ada dua mobil yang biasanya digunakan untuk pelayanan mengantar jenazah atau pasien.
Mirhan Yulianto, staf pemberdayaan sekaligus sopir, sering mengantarkan pasien atau jenazah. Ia menjelaskan, ambulans untuk warga nonrumah singgah, dikenai biaya.
“Biasanya mobil ambulans yang nonrumah singgah saat mengantar jenazah atau pasien dikenai biaya Rp6.000 per kilometer,” kata dia kepada wartalampung.id hari ini di rumah singgah pasien.
Di rumah singgah pasien sendiri, juga ada pemilahan kategori untuk pasien fakir miskin atau duafa yang tidak dikenai biaya apa pun alias gratis.
“Di sini kami tidak memungut biaya apa pun untuk pasien fakir miskin ataupun duafa dengan syarat ada surat keterangan tidak mampu dari kelurahan,” katanya.
Ia mengatakan, untuk uang akomodasinya diambil dari tarif Rp6.000 rupiah per kilometer.
“Biasanya kalau saya mengantar sampai keluar pulau pasti dibutuhkan biaya tinggi, apalagi bayar masuk tol dan kapal. Jadi, kadang ada biaya tambahan dari keluarga yang bersedia,” ujarnya.
Mirhan juga bercerita, perjalanan yang paling jauh saat mengantar pasien adalah ke Majalengka, Jawa Barat.
“Ke Majalengka itu lumayan jauh. Alhamdulillah tidak ada kendala,” katanya.
Yang paling baru, Mirhan mengantar jenazah ke Kayuagung, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.
“Kalau ke Kayuagung biayanya lebih murah, hanya Rp1,7 juta. Itu sudah dengan tarif tol,” katanya. [Abednego Stefanus]

Tinggalkan Komentar Anda