Berita Foto Ruwajurai Bandar Lampung

Siti Sa’diyah Pengidap Kanker Payudara Huni RSP YBM PLN-IZI Lampung

Siti Sa’diyah Pengidap Kanker Payudara Huni RSP YBM PLN-IZI Lampung

Siti Sa'diyah dan suami. | Abednego Stefanus

Siti Sa’diyah dan suami. | Abednego Stefanus

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Siti Sa’diyah, wanita berusia 41 tahun, pada 10 Juli 2024 divonis secara medis memiliki kanker payudara. Terhitung sejak beberapa minggu yang lalu Siti sudah menjadi bagian dari penghuni Rumah Singgah Pasien (RSP) YBM PLN-IZI Lampung.

Siti adalah seorang ibu rumah tangga yang memiliki 4 orang anak. Ia juga harus terpaksa meninggalkan anak-anaknya yang berada jauh di Lampung Barat demi menyembuhkan penyakit yang dideritanya.

Di RSP itu, Siti tidak sendiri. Ia ditemani suami dari minggu lalu sampai sekarang.

“Awal gejalanya istri saya terkena tumor, lalu dibawa ke Rumah Sakit Alimudin Umar, Liwa, Lampung Barat. Tadinya belum keluar hasil labnya tapi sudah terlihat gejala bintik-bintiknya,” kata Asep, suami Siti.

Suami Siti tidak tahu dan cemas awalnya mengetahui hal tersebut. Setelah keluar hasilnya dokter mengatakan bahwa tumor yang ada di tubuh Siti tumor yang ganas.

Asep mengatakan Istrinya harus dirujuk ke Rumah Sakit Bintang Amin, sayangnya mereka belum menemukan titik yang jelas karena belum bertemu dengan dokternya.

“Maka itu kami ada di rumah singgah pasien ini dikarenakan belum ada dokter yang bisa menangani istri saya,” ucapnya.

Asep berharap untuk keesokan harinya bisa bertemu dengan dokter agar bisa segera mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.

“Saya meninggalkan pekerjaan untuk sementara waktu dan rela juga meninggalkan anak-anak di rumah demi perawatan dan penyembuhan istri saya,” tutur Asep.

Asep selain bekerja sebagai wiraswasta beliau juga menjadi guru mengaji. Ia selalu berdoa agar mendapatkan titik terang dari semua ini.

“Kita harus selalu tabah, kuat, dan tegar. Semoga untuk yang di luar sana yang sedang mengalami hal serupa seperti saya dapat menemukan titik terang dari semuanya ini,” tutupnya. [Abednego Stefanus]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda