Berita Foto Ruwajurai Bandar Lampung

Duta Bahasa Provinsi Lampung Aziz dan Fidhea Isi Sesi Pekan Ceria SMP MuDa Quranic School

Duta Bahasa Provinsi Lampung Aziz dan Fidhea Isi Sesi Pekan Ceria SMP MuDa Quranic School

Duta Bahasa Provinsi Lampung Ahmad Abdul Aziz (dua kiri) dan Fidhea Pinaring Gusti (tengah) hadir pada Pekan Ceria 2024. | Dokumentasi

Duta Bahasa Provinsi Lampung Ahmad Abdul Aziz (dua kiri) dan Fidhea Pinaring Gusti (tengah) hadir pada Pekan Ceria 2024. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Pasangan Duta Bahasa Provinsi Lampung Ahmad Abdul Aziz dan Fidhea Pinaring Gusti menjadi bintang tamu dalam gelaran Pekan Ceria di SMP MuDa Quranic School beberapa hari lalu.

Aziz dan Fidhea adalah pemenang kompetisi Duta Bahasa Provinsi Lampung pada 18 Mei 2024 yang lalu. Keduanya selama setahun akan bertugas sebagai Duta Bahasa dan akan tampil pada ajang nasional tahun ini.

Fidhea, mahasiswi Fisika Fakultas MIPA Unila, menjelaskan, ia dan Aziz hadir memenuhi undangan sekolah ini.

Panitia berharap keduanya bisa mendorong kecintaan kemampuan berbahasa asing para siswa. kegiatan ini dirancang sebagai respons terhadap kebutuhan mendesak akan penguasaan bahasa Arab dan Inggris di era modern.

Kemampuan berbahasa asing tidak hanya membuka peluang akademik dan karier, tetapi juga memperluas wawasan serta pemahaman budaya global.

Pekan Ceria 2024 hadir sebagai solusi nyata untuk mempersiapkan siswa menjadi individu yang kompeten dan siap bersaing di tingkat internasional.

Fidhea menuturkan, kegiatan pembelajaran yang menghadirkan Duta Bahasa Provinsi Lampung 2024 ini dirancang untuk menginspirasi dan memotivasi siswa.

Dalam sesi ini, Duta Bahasa berbagi pengalaman, strategi belajar bahasa yang efektif, dan pentingnya penguasaan bahasa asing dalam berbagai aspek kehidupan. Kehadiran keduanya dapat memberikan semangat baru dan wawasan yang luas bagi para siswa.

Selain itu ada sesi refleksi yang penting untuk mengevaluasi perjalanan pribadi dan akademik siswa selama satu tahun terakhir.

Melalui muhasabah, siswa diajak untuk mengenali kekuatan dan kelemahan mereka, serta merencanakan perbaikan dan pengembangan diri untuk masa depan.

Kegiatan ini juga akan melibatkan diskusi kelompok dan bimbingan dari guru untuk memastikan setiap siswa mendapatkan panduan yang tepat.

“Kehadiran kami bertujuan untuk memberikan inspirasi dan motivasi kepada siswa. Melalui cerita dan pengalaman nyata, siswa akan lebih termotivasi untuk belajar dan mengembangkan diri,” tambah Aziz, mahasiswa STKIP PGRI Bandar Lampung itu. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda