Yuri Rahmanto M.Kom (kiri). | Sugiono

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Universitas Teknokrat Indonesia terus mengembangkan teknologi Metaverse dengan menambah enam sektor di dalamnya.
Director of CEO Metaverse Universitas Teknokrat Indonesia Yuri Rahmanto, M.Kom mengatakan, Universitas Teknokrat Indonesia mempunyai 12 pusat unggulan (center of excellence).
Satu di antaranya adalah Metaverse. Dalam pusat unggulan Metavers di Universitas Teknokrat Indonesia, kata dia, terdiri dari tim dosen, struktural, dan mahasiswa. Demikian disampaikan Yuri kepada wartalampung.id usai pembukaan Academic Expo di kampus setempat, Kamis, 13/6/2024.
Universitas Teknokrat Indonesia, kata dia, merekrut mahasiswa sesuai dengan bidang keilmuan masing- masing. Rata-rata yang direkrut dari bidang ilmu informatika.
Di bidang informatika, mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia diajarkan menggunakan perangkat lunak, memodelkan perangkat tiga dimensi (3D), dan game.
Berbekal itu semua, kata dia, Universitas Teknokrat Indonesia merekrut mahasiswa yang memilki potensi dan mempunyai keinginan bergabung pada Metaverse.
“Kami memiliki delapan mahasiswa inti dalam struktural dan dibantu mahasiswa yang memiliki kemampuan dasar dalam modeling 3D dan perangkat lunak, pembuatan game, dan mereka di bawah Universitas Teknokrat Indonesia dan Metaverse,” jelasnya.
Ia menambahkan, metaverse Universitas Teknokrat Indonesia terus berkembang menjadi enam sektor di antaranya sektor pendidikan (education) pelayanan publik (public service), pariwisata (tourism), hiburan (entertainment), arsitektur (architecture), dan pemasaran (marketing).
“Tahun lalu kami masih satu sektor virtual pusat pembelanjaan (mal), sekarang bertambah jadi enam,” ujarnya.
Ia menjelaskan, jika setiap sektor telah memiliki ruang virtual sendiri. Di sektor pendidikan telah dibuat ruang kelas (class room) secara virtual, ruang sidang, ruang pertemuan, dan game edukasi virtual.
Dalam bidang pariwisata, Universitas Teknokrat Indonesia mengembangkan Metaverse pantai yang ke depannya bisa mejadi media memasarkan pariwisata sehingga langsung merasakan pantai secara langsung.
“Kalau saat ini kami hanya melihat promosi pantai hanya lewat gambar, tapi dengan lewat Metaverse bisa merasakan sensasi berbeda di pelayanan publik. Juga membuat virtual Museum Lampung yang mengedukasi tentang sejarah Lampung,” katanya.
Guna mengembangkan Metaverse di Universitas Teknokrat Indonesia, kata Yuri, pihaknya juga telah bekerja sama dengan Kemenkominfo, tetapi kreatornya tetap dari mahasiswa setempat.
Ia juga menambahkan, tidak menutup kemungkinan teknologi ini bukan hanya dikembangkan oleh Universitas Teknokrat Indonesia melainkan juga kampus karena sudah didukung Kementerian Kominfo.
Wakil Rektor Dr H Mahathir Muhammad SE MM menyambut baik metaverse pada enam sektor ini. Ia berharap perkembangan Metaverse ini makin akrab dalam kehidupan.
Termasuk untuk peningkatan edukasi siswa dan mahasiswa. Apalagi dalam beberapa tahun terakhir Metaverse dikenalkan Teknokrat kepada siswa SMA/SMK dalam skema pengabdian kepada masyarakat. [Sugiono]

Tinggalkan Komentar Anda