Bila

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Tahun 2023, Bila ikut perhelatan pemilihan Muli-Mekhanai Kota Bandar Lampung. Hasil akhirnya ia memang belum ditakdirkan menjadi yang terbaik.
Akan tetapi, gelar Muli Favorit Bandar Lampung tahun 2023 tersematkan di dirinya. Bila bersyukur ikhtiarnya bisa meraih hasil maksimal.
Bila juga tidak tahu itulah awal ia makin tertarik dengan dunia model dan pageant dan lanjut sampai dengan sekarang.
Gadis cantik bernama lengkap Athillaisya Salsabila Amalia ini mengakui, semua langkahnya dalam dunia pageant dimulai dari ajang Muli-Mekhanai Bandar Lampung tahun 2023 itu.
Lantaran itu ia masuk dalam Ikatan Muli Mekhanai Kota Bandar Lampung (Imkobal). Sekarang, bukan hanya gelar Muli Favorit yang pernah ia sandang.
Mahasiswi Universitas Malahayati ini adalah Best Beauty Face Muse Muslimah 2024 dan Best Beauty Smile Muse Muslimah 2024.
Kepada wartalampung.id, Bila bercerita banyak hal. Ia mengatakan, awalnya takut untuk masuk ke dalam dunia pageant. Ia tidak percaya diri lantaran tidak mempunyai pengalaman apa-apa.
Belum lagi ia mengakui agak introvert untuk berinteraksi dengan banyak orang. Untuk bicara di depan orang saja ia tidak berani.
Walakin, sejak masuk ke dalam Imkobal, Bila belajar untuk berani dalam semua hal. Termasuk membangun kepercayaan diri untuk berani tampil di depan banyak orang.
Menurut Bila, dengan ikut bergabung di dunia pageant, ia bisa memberikan banyak manfaat dan pengalaman.
Misalnya, meningkatkan percaya diri, membangun keterampilan komunikasi, memperluas jaringan sosial, dan mempromosikan kesadaran tentang isu-isu sosial.
Dengan bergabung dengan dunia pageant, ia bisa menjadi platform untuk mengadvokasi tujuan atau penyebab yang penting bagi seseorang.
Bila cerita ia sebenarnya iseng ikut audisi Muli-Mekhanai Bandar Lampung. Ia cuma mau memanfaatkan waktu luang. Akan tetapi, teman-teman dan keluarga mendukung semuanya.
“Bahkan, kampus juga ikut support aku di audisi ini,” tutur pemilik akun Instagram @athillaisya_s ini.
Bila awalnya tak banyak berharap untuk lolos ke final. Ia melihat peserta lain lebih punya banyak pengalaman dan kemampuan yang di atas rata-rata.
“Alhamdulillah bila lolos masuk ke final. Dari situ aku mulai semangat ikuti rundown panitia,” katanya.
Bila mengakui ia memang sulit untuk menyejajarkan dirinya dengan peserta lain. Khususnya dalam kepercayaan diri.
“Aku pendiam sekali, enggak berani ngomong apa-apa. Tapi semua ternyata dukung aku untuk berkembang,” katanya.
Bila awalnya berpikir semua peserta saling bersaing menjadi yang terbaik. Tapi, penilaiannya kemudian tidak begitu pas.
Meski bersaing, Bila mengatakan, ia dianggap sebagai keluarga. Mereka saling mendukung satu dan lainnya.
“Saling bantu tanpa takut tersaingi,” ujarnya.
Dari situlah Bila makin percaya diri. Ternyata dunia pageant tidaklah semenakutkan seperti perkiraannya.
“Kedekatan aku dengan teman-teman semakin bertambah pada masa karantina. Aku bisa lihat berbagai kepribadian mereka. Kami seminggu penuh bareng dari pagi sampai sore.”
Bila sadar, ujaran orang-orang bijak ada benarnya.
““Jangan meragukan diri sendiri. Kita sebenarnya bisa kalau mau. Semua bergantung diri sendiri. Kalau mau dan berusaha, pasti bisa. Usaha tidak pernah mengkhianati hasil itu memang benar aku alami sendiri,” ujar Bila.
Bila bahkan mencoba audisi nasional usai ajang Muli-Mekhanai Bandar Lampung itu. ia mencoba ikut audisi nasional.
“Alhamdulillah aku dapat kategori Best Beauty Face Muse Muslimah dan Best Beauty Smile Muse Muslimah,” kata Bila penuh syukur.
Dari situ relasi Bila semakin banyak. Bila juga turut serta sebagai model busana, membawakan pakaian rancangan desainer.
Bila tertarik dengan dunia model. Rasanya bangga dan senang bisa memakai dan membawakan hasil karya desainer.
Setiap ada panggilan untuk jadi model, Bila pasti selalu antusias menerima karena ia benar-benar sangat tertarik dengan dunia model.

Kini, Bila juga dikenal luas sebagai salah satu model muse. Model yang menjadi objek pulasan para perias atau makeup artist (MUA).
Bila mengunggah beberapa foto dirinya hasil makeup dari para MUA yang menjadi mitra kerjanya. Menunut Bila, pengalaman menjadi seorang muse selama ini sangat menarik buatnya.
Keseruan dan kelucuan di sela sela proses makeup, tukar cerita sama dengan MUA yang keren-keren, dan Bila juga banyak belajar dari mereka yang punya lebih banyak pengalaman.
Baginya, hal yang mengasyikkan bekerja sama dengan MUA yang mengajaknya berkolaborasi.
Bila punya trik agar bisa membangun relasi dengan MUA. Ia bilang, dengan cara saling mendukung satu sama lain. Berbicara juga yang sopan karena sejauh ini MUA yang ia temui umurnya juga di atas dirinya.
“Aku berusaha buat ramah dan humble mau di situasi apa pun. Tapi bukan berarti kalau ketemu MUA yang seumuran kita bisa semena-mena ya, karena saling menghargai itu penting,” kata dia kepada wartalampung.id.
Bila juga ikut menanggapi unggahan di media sosial baru-baru ini yang viral tentang adanya muse yang tak mau unggah hasil riasan MUA-nya. Padahal, si model sudah dibayar dan setuju dengan kesepakatan.
Bila mengatakan, jadi MUA itu tidak mudah. Ia menyetarakan MUA itu dengan seniman. Sebab, hasil makeup yang mereka buat itu setara dengan karya seorang seniman, harus punya skill tertentu.
Bahkan, MUA dituntut kreatif sehingga hasilnya memuaskan. Bila sadar hasil makeup mereka kadang kurang disukai. Itu boleh jadi karena selera muse dan MUA-nya berbeda.
“Kita sebagai muse harus menghargai dan bertanggung jawab atas pekerjaan yang kita emban. Mau suka atau tidak, kalau sudah ada perjanjian untuk mem-posting hasil makeup MUA, ya harus di-posting,” kata Bila.
“Percuma punya wajah yang cantik, kulit putih, dan mulus. Bakal percuma kalau tidak punya attitude, menghargai satu sama lain.”
Sejauh ini, Bila terus meningkatkan kemampuan sebagai muse. Ia mesti banyak belajar dari muse senior.
Ia suka melihat akun media sosial muse yang sudah lebih berpengalaman. Ia mengamati saksama bagaimana mereka di-makeup dan berpakaian, cara bergaya, dan lainnya. Tidak semua orang bisa punya badan dan tangan yang lentik untuk makin mempercantik makeup dan pakaian yang mereka pakai. Kalau muse pintar bergaya atau berpose, pasti makeup dan pakaiannya terlihat semakin cantik dan MUA-nya juga ikut senang.”
Sukses selalu ya Bila. []
Editor: @adiansaputra27

Tinggalkan Komentar Anda