Aksi Bela Palestina. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Jakarta – Aksi bela Palestina dengan tema “All Eyes on Rafah” berlangsung hari Minggu sore (9/7) yang lalu di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat. Aksi yang menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan agama tersebut merupakan respons dari kejahatan Israel yang memborbardir kamp pengungsi di Rafah yang sebagian besar adalah anak-anak dan wanita.
Selain Indonesia, demonstrasi masyarakat menentang dan mengutuk kebrutalan negara Zionis tersebut telah dan sedang berlangsung di berbagai negara, khususnya negara-negara yang selama ini dikenal sebagai sekutu Israel seperti Amerika dan Eropa.
Menurut Imam Islamic Center of New York, Amerika Serikat, Shamsi Ali, aksi massa sangat penting dan efektif dalam membela Palestina. Sebab, hal tersebut tidak saja akan menjadi tekanan kepada otoritas politik (pemerintah), tapi yang terpenting adalah membangun kesadaran publik dunia tentang kekejaman zionis Israel kepada bangsa Palestina.
“Jadi ini bukan sekadar bertujuan pada kebijakan pemerintah, tapi juga menjadi jalan edukasi bagi publik secara umum. Tentu hal ini juga menjadi motivasi bagi semua orang untuk menjaga kebebasan berekspresi dan demokrasi,” tuturnya saat dihubungi di New York.
Aksi massa di Amerika, ungkapnya, belum terlalu berpengaruh karena kuatnya lobi zionis.
“Tapi aksi ini telah memaksa pemerintahan Biden untuk melakukan beberapa pernyataan minimal yang mengkritik pemerintahan Natanyahu. Namun ini sekaligus mengungkap standar ganda dan kemunafikan pemerintahan Biden. Di satu sisi mengkritik Natanyahu atas kekejamannya. Tapi di sisi lain terus memberikan bantuan finansial dan senjata ke Israel.”
Pendiri pesantren Nusantara Madani di kota kecil Moodus, Connecticut, Amerika Serikat, tersebut mengatakan, perang di Gaza ini telah membuka mata publik, tidak saja di AS, tapi juga mata dunia tentang Islam.
“Karena perang di Gaza, peningkatan konversi ke Islam meningkat menjadi 400 persen. Artinya dampak perang ini jelas dalam mengenalkan Islam kepada khalayak ramai.”
Sebelumnya, Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP), lembaga kemanusiaan untuk Palestina beberapa waktu lalu telah menyalurkan bantuan kemanusiaan jelang Idulfitri.
Bantuan yang merupakan titipan dari masyarakat Indonesia terdiri antara lain paket hidangan hangat berbuka puasa, paket sembako, bingkisan lebaran, 2 truk kontainer (60 ton) gandum, 1 truk kontainer sembako, sayur mayur, uang tunai serta 1 unit mobil operasional untuk memudahkan pendistribusian bantuan ke warga Gaza.
Bantuan kemanusiaan yang kurang lebih 19 kali penyaluran jelang lebaran hingga lebaran tiba, ke kamp pengungsian yang ada di Jalur Gaza (Rafah, Deir Al-Balah, Khan Yunis, dan Al-Quds) serta di Tepi Barat (Al-Kholil dan Yattah).
Seperti diberitakan sebelumnya, pada Sabtu (8/6) yang lalu pasukan penjajah Israel menyusup ke kamp pengungsi Nuseirat dengan menyelinap dalam truk kemanusiaan ke Jalur Gaza, untuk melakukan serangan ke lokasi tersebut.
Serangan ini menyebabkan pembantaian keji yang merenggut nyawa lebih dari 150 orang Palestina dan melukai ratusan orang lainnya. Mayoritas korban adalah anak-anak dan wanita.
Berdasarkan laporan harian Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza pada hari ke-246 agresi penjajah israel ke Jalur Gaza melaporkan dalam 24 jam terakhir, penjajah Israel melakukan 5 pembantaian yang memakan korban jiwa sebanyak 70 orang dan korban luka mencapai 150 orang.
Sejumlah korban masih tertimbun di bawah reruntuhan dan berada di jalan-jalan di Jalur Gaza. Petugas medis atau tim SAR belum berhasil mengevakuasi para korban tersebut. []

Tinggalkan Komentar Anda