Relawan Komunitas Ngajak Anak Belajar (Ngajar). | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Relawan Komunitas Ngajak Anak Belajar (Ngajar) membuktikan kreativitas sangat penting dalam mendidik anak-anak.
Para relawan di komunitas ini memiliki cara menarik untuk memancing minat belajar anak pada agenda-agenda literasi yang diselenggarakan.
Salah satunya adalah dengan menciptakan media pembelajaran yang selalu baru dan ramah lingkungan.
Ketua Komunitas Ngajar, Muhammad Revaldi, mengatakan, pihaknya terus berupaya mengedukasi diri sendiri dan masyarakat.
“Kami hadir untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas individu maupun kelompok, caranya adalah dengan saling belajar satu sama lain,” ujarnya dalam rilis hari ini.
Revaldi menjelaskan, metode pembelajaran harus disesuaikan dengan kondisi masyarakat yang dituju, baik anak-anak maupun orang dewasa.
Oleh karena itu, media pembelajaran yang digunakan pun selalu diperbarui sesuai dengan tujuan kegiatan.
Namun, rata-rata media pembelajaran yang dibuat oleh komunitas ini bersifat ekonomis dan ramah lingkungan.
“Kami selalu berupaya hadir dengan kreativitas tanpa batas, termasuk media belajar yang murah meriah dan ramah dengan lingkungan,” ujar Revaldi.
Koordinator Divisi Program Komunitas Ngajar, Aulia Anisa Risky, memastikan, barang bekas dapat menjadi barang berkelas jika dikelola secara kreatif.
Bahan-bahan yang digunakan dalam media pembelajaran komunitasnya sangat ekonomis, seperti kardus bekas, perca, dan botol bekas.
“Walau murahan, hasilnya bukan murahan. Ini juga upaya kami kenalkan ke orang tua anak-anak yang kami temui, bahwa barang di sekitar kita yang tak terpakai masih banyak potensi untuk jadi media belajar anak-anak, asal mau sedikit repot membuatnya,” jelas Aulia.
Hal sederhana ini justru menjadi ciri khas komunitas ini dan daya tarik bagi anak-anak dan orang tua yang dikunjungi.
Komunitas ini terus mengevaluasi dan memperbaiki metode pembelajaran untuk membuat anak-anak senang belajar dan berliterasi. []

Tinggalkan Komentar Anda