Dea (dua dari kiri). | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Salah seorang model Lampung, Dea, mengaku, pada masa kecil adalah seorang yang tomboy. Ia semasa sekolah dasar menekuni olahraga bela diri taekwondo.
Dea mengaku mulai berubah usai lulus sekolah dasar. Ia menjadi lebih girly dan itu membuat mamanya senang sekali.
Perubahan dari tomboy ke girly itu membuat Dea memberanikan diri mengikuti beragam kontes dan fashion show.
Awalnya, kata dia kepada wartalampung.id, ia membaca sebuah poster tentang lomba fashion show. Dea berminat untuk ikut meski awalnya ragu.
Beberapa temannya juga sangsi kalau Dea bisa sukses di ajang itu. Bahkan, beberapa temannya sempat menertawakan.
Bukan apa-apa, Dea yang mereka kenal masih “setelan pabrik” alias tomboy.
Padahal, ia mulai mengubah penampilan dan lebih menata diri menjadi remaja perempuan pada umumnya.
Seorang kakak kelas yang kemudian membuat Dea berani ikutan fashion show. Kakak kelas itulah yang memberikan motivasi kepadanya.
Tak hanya itu, ia juga mendorong Dea belajar secara otodidak mengenai catwalk dan sebagainya. Ujungnya ternyata berhasil.
Fashion show yang diikuti Dea ternyata menghasilkan prestasi gemilang. Ia terpilih menjadi juara III.
Dari situ keluarga ikut memberikan dukungan penuh dengan langkah Dea di bidang model ini.
Selang beberapa bulan kemudian, ia mengikuti ajang yang lumayan besar dan hasilnya Dea berhasil menjadi juara umum.
Dari situ ia mendapat tiket untuk ke tingkat nasional di Jakarta.
“Aku berangkat Januari 2020 dan puji Tuhan pulang membawa piala dan dinobatkan Top Model Favorit Indonesia,” ujarnya kepada wartalampung.id lewat percakapan media sosial.
“Aku di situ enggak nyangka, baru terjun dunia modeling langsung berkesempatan ke tingkat nasional untuk mewakili Lampung.“
Usai dari Jakarta, Dea menjalani aktivitas dan mengikuti lomba-lomba seperti biasa. Ia kemudian bertemu Mami Cici dan almarhumah Miss Lola Sagita.
Dea mengatakan, ia menjadi anak didik mereka untuk beberapa perlombaan. Saat itu Dea memenangkan setiap lomba. Namun, ia juga pernah kalah dan kecewa.
Mamanya kemudian memberikan nasihat bahwa kalah dan menang itu biasa dalam sebuah kompetisi.
“Enggak apa-apa. Namanya perlombaan ada kalah dan menang. Enggak usah nangis, kamu sudah berjuang. Selama ini kamu menang terus, jadi kamu harus ngerasain kekalahan juga. Karena kalau mau jadi jagoan, harus berani menerima kekalahan untuk belajar memperbaiki ke depannya,” kata Dea menirukan nasihat mamanya.
Setelah sering mengikuti fashion show sekitar tahun 2020-2021, Dea dikenal desainer Fabkostum dan mendapat tawaran untuk photoshoot. Hingga akhirnya Dea berkesempatan untuk foto di Hotel Sheraton dan masuk di Instagram-nya.
Perlombaan terbaru yang ia Dea ikuti adalah Lomba di Smilling Ciplaz tema “Barbie”.
Ini, kata dia, impian sang mama yang kepingin lihat anak gadisnya berdandan bak boneka Barbie.
“Mama pengen banget lihat Barbie look. Aku akhirnya usahakan yang terbaik dan puji Tuhan aku juara I,” katanya.
Setelah mengikuti lomba Barbie, Dea memberanikan diri ke dunia pageant pada tahun 2024 ini dan mengikuti ajang Putri Remaja Nusantara Lampung. Ia langsung membawa dua piala.
Keduanya adalah juara I Putri Media Sosial Putri Remaja Nusantara dan harapan II Putri Remaja Nusantara.
“Setelah ini aku fokus untuk kelas 12 akhir dulu. Setelah lulus, Dea sudah ada rencana untuk mengikuti muli Lampung. Keluarga juga amat mendukung. Sepupu aku kebetulan juga muli Lampung. Bantu doa terbaik aja ya, Kak,” tutup gadis bernama lengkap Dhea Sandrina ini. []
Editor: @adiansaputra27

Tinggalkan Komentar Anda