Setia Rini. | Dokumentasi

Oleh Setia Rini (Dosen Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Universitas Lampung)
Skripsi, satu kata yang mendefinisikan banyak hal. Skripsi yang sangat identik dengan mahasiswa, terutama mahasiswa tingkat akhir sekitar semester 7 dan 8.
Meskipun faktanya, ada juga mahasiswa yang menyelesaikan studinya sampai digit 2 semesternya, semester 10 dan seterusnya. Semoga ini hanya terjadi pada segelintir mahasiswa ya.
Itu pun karena hal atau alasan yang benar-benar mendesak. Kenapa? Karena sejatinya, skripsi hanya berkontribusi sebanyak 0,03% dalam kelulusan studi kalian.
Tetapi, tanpa 0,03% tersebut juga kalian tidak bisa lulus begitu saja dari studi sepanjang kurang lebih 3,5-4 tahun yang sudah kalian tempuh.
Nah, kaitannya dengan skripsi ini, sebenarnya apa ya yang menjadi masalah utama sampai-sampai tidak sedikit mahasiswa yang harus menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk menyelesaikannya? Padahal hanya 4 SKS saja tetapi justru menghabiskan semester paling banyak.
Usut punya usut, sepanjang saya menjadi dosen dan membimbing skripsi mahasiswa, sejauh ini ada dua faktor penyebab jalannya skripsi mahasiswa itu bak siput. Faktor pertama adalah faktor internal (motivasi, fokus, daya juang, pengetahuan, wawasan, keberanian, persiapan yang tidak matang, malas, dll) dan faktor lainnya adalah eksternal (dosen pembimbing, sistem pembimbingan di kampus terkait, prosedur administrasi di kampus, dll).
Dari kedua faktor tersebut, pada kesempatan ini saya akan lebih fokus pada faktor internal yang umumnya menjadi penyebab mahasiswa mengalami pelambatan dalam penyelesaian skripsi.
Selama ini, selain menjadi dosen pembimbing skripsi, saya juga sebagai Koordinator Skripsi di Prodi Pendidikan Bahasa Prancis (PS PBP) FKIP Unila. Saya menjadi Koordinator Skripsi sejak angkatan pertama mahasiswa PS PBP memulai menyusun skripsi yaitu angkatan 2014 pada tahun 2018.
Dan sampai dengan saat ini saya menemukan kecenderungan yang selalu dilakukan oleh mahasiswa setiap kali mereka sampai pada fase menyusun skripsi pada semester 7 atau 8. Secara garis besar, kecenderungan itu berasal dari diri pribadi masing-masing mahasiswa.
Salah satunya adalah kurangnya kebiasaan membaca yang tentu saja didukung oleh berbagai faktor-faktor internal lainnya seperti motivasi yang tidak kuat, fokus yang sering terpecah, tidak memiliki target yang jelas, dan lain sebagainya.
Padahal, skripsi itu adalah sebuah karya tulis ilmiah, artinya mahasiswa dituntut untuk memiliki wawasan yang luas, yang ilmiah, yang dapat disampaikan dan dituangkan secara sistematis.
Tidak hanya terkait formal dan bakunya format penulisan, tetapi berbagai hal yang dituangkan dan dituliskan ke dalam sebuah skripsi harus berdasarkan keilmuan, data dan fakta dan valid.
Jika tidak membaca, dapat dipastikan mahasiswa tidak dapat menuliskan apapun untuk skripsinya. Membaca ini sebenarnya adalah hal yang mutlak untuk segala hal dalam kehidupan.
Akan sangat membahayakan, jika kita tidak pernah atau malas membaca, terutama pemelajar, mahasiswa yang merupakan bagian dari orang-orang yang sejatinya sedang membentuk diri menjadi ilmuan atau ahli di bidangnya masing-masing.
Selama ini, penelitian skripsi mahasiswa khususnya di bidang bahasa Prancis terutama di PS PBP masih sangat monoton. Padahal ada banyak sekali ide-ide judul skripsi yang bisa diangkat menjadi skripsi.
Rendahnya minat membaca mahasiswa saat inilah yang menjadi salah satu penyebab sangat terbatasnya bidang-bidang penelitian bahasa Prancis. Teknologi semakin canggih, internet semakin berkembang pesat, dan berbagai platform pencarian artikel publikasi hasil-hasil penelitian juga semakin menjamur.
Tetapi kondisi ini justru berbanding terbalik dengan motivasi dan minat membaca mahasiswa. Seandainya, mahasiswa cinta membaca, saya yakin, skripsi itu bisa diselesaikan dengan sangat cepat, 1-2 bulan juga sudah bisa ujian sidang.
Lalu apa ya ide-ide menarik yang bisa diangkat menjadi judul penelitian skripsi supaya tidak monoton? Pertama, saya akan memecah dulu beberapa lingkup luas terkait bahasa Prancis ya.
Dari beberapa bidang tersebut, akan lebih mudah bagi kalian untuk mengambil skop keilmuan yang memang kalian kuasai dan kalian suka. Skop penelitian di bidang bahasa Prancis khususnya untuk Prodi Pendidikan sangat luas karena di dalamnya ada sastra.
Sebaliknya, Prodi Sastra Prancis tidak bisa melakukan penelitian di bidang pendidikan bahasa Prancis. Beberapa bidang keilmuan tersebut di antaranya pendidikan bahasa Prancis, sastra (termasuk juga budaya dan sejarah) Prancis, linguistik bahasa Prancis beberapa bidang khusus (sesuai dengan MK peminatan yang ada di Prodi masing-masing) seperti terjemahan, pariwisata dan perhotelan, serta jurnalistik.
Dari beberapa skop bidang keilmuan tersebut, kalian dapat memilih dengan sangat leluasa rumpun keilmuan bahasa Prancis mana yang akan diteliti. Jadi tidak ada alasan untuk tidak memiliki ide atau tidak tahu mau meneliti apa.
Kedua, pahami terkait metodologi penelitian yang bisa diterapkan di jenjang S-1 yaitu metode penetian kualitatif dan kuantitatif atau mix. Meskipun saat ini sudah banyak prodi S-1 juga yang mengizinkan bagi mahasiswanya untuk menerapkan metode Research & Development (R&D), hanya sampai pada level 5 penelitian atau yang sering disebut metode ADDIE.
Dan yang ketiga adalah, pahami dengan baik bahwa dari beberapa skop bidang keilmuan yang telah dijabarkan di atas, dapat dipecah-pecah lagi menjadi banyak subtema atau ide.
Misalnya bidang pendidikan, bisa dipecah menjadi penelitian terkait bahan ajar, media pembelajaran, strategi, model, metode, teknik dan lain sebagainya. Biasanya variabel tersebut disandingkan dengan salah satu keterampilan berbahasa yang akan diteliti baik itu menyimak (comprehension orale), membaca (comprehension écrite), berbicara (production orale), dan menulis (production écrite).
Semakin rinci subtema yang akan diteliti, akan semakin mudah pula bagi kalian untuk fokus pada bidang yang diteliti. Jika kalian mengambil media pembelajaran, kerucutkan lagi media jenis apa yang akan diteliti, sudah ada atau baru akan dikembangkan?
Selanjutnya, jika sudah yakin mengambil sebuah ide khusus untuk dijadikan penelitian, perbanyak melakukan observasi awal dengan membaca. Kumpulkan sebanyak-banyaknya judul penelitian yang relevan dalam sebuah tabel Excel.
Jangan lupa batasi tahun pencarian di 10 tahun terakhir atau lebih baik lagi 5 tahun terakhir. Buat kolom di Excel terkait media-media yang diteliti, jenis-jenis media masuk ke dalam kategori yang mana, untuk keterampilan apa.
Masukkan sekitar 50-100 judul penelitian, lalu lakukan analisis. Cari celah atau sisi kosong dari judul-judul tersebut yang belum ada atau belum diteliti.
Cari media yang memang banyak dibutuhkan saat ini dan temukan versi kalian baik dari sisi kebaruan maupun keunikan dibandingkan penelitian-penelitian yang terdahulu.
Contoh lain, jika misalnya kalian berminat meneliti terkait penerjemahan bahasa Prancis. Lakukan pencarian sebanyak-banyaknya terkait judul-judul yang telah diteliti sebelumnya.
Masukkan data-data judul tersebut ke dalam Excel dengan membuat kolom: bidang yang menjadi fokus penelitian (analisis, teknik terjemahan, gaya bahasa, dll) dan pada objek apa (novel, film, komik, puisi, lagu, dll).
Sebanyak 50-100 judul penelitian selama 5-10 tahun terakhir masukkan ke dalam Excel dan lakukan observasi atau analisis. Pada bidang atau jenis terjemahan yang manakah penelitian sering dilakukan sehingga jangan diambil lagi.
Dan sebaliknya, temukan celah atau kesenjangan, bidang apa yang nampaknya sama sekali belum ada, atau baru 1-2 orang yang sudah melakukan. Maka dijamin, kalian akan menemukan ide-ide penelitian skripsi bahasa Prancis dengan sangat mudah dengan data yang akurat.
Beberapa tahapan tersebut harus dilakukan dengan teliti ya dan tentu saja dengan motivasi yang kuat serta target yang jelas. Luangkan waktu 1 minggu untuk fokus melakukan penelusuran tersebut.
Baiknya penelurusan tersebut bahkan dilakukan sejak semester 4 atau paling mepet semester 6. Jika sudah mendapatkan ide penelitian yang pasti, terus lakukan penelusuran untuk menemukan penelitian-penelitian relevan.
Jika memang belum banyak ditemukan pada penelitian-penelitian di Indonesia atau berbahasa Indonesia, cari judul-judul penelitian dengan menggunakan kata kunci berbahasa Prancis atau Inggris.
Selanjutnya, lakukan progres setiap hari meskipun sedikit agar.
Aisyah radhiyallahu anha mengatakan bahwa Rasulullah saw bersabda “Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang kontinu walaupun sedikit.”
Jadi, targetkan diri untuk setiap hari ada waktu khusus melanjutkan persiapan skripsi kalian, minimal 1 jam setiap harinya.
Tingkatkan minat membaca dan fokus dalam menelaah atau mempelajari, maka ide-ide terkait penelitian di bidang bahasa Prancis akan kalian temukan dengan sangat mudah.
Bahkan hanya dengan sekadar kosakata bisa menjadi ide skripsi. Mengapa kata kado–cadeau, foto– photo, trotoar–trottoir memiliki kemiripan?
Mengapa pe-nari, pe-nyanyi, pe-dagang dan dans-eur/dans-euse, chant-eur/chant-euse, vend-eur/vend-euse?
Mengapa ada fenomena terre (tanah) dengan Terre (bumi) dan masker (wajah untuk skincare) dengan masker (penutup hidung). Lalu bahasa Prancis memiliki konjugasi dan bahasa Indonesia tidak.
Lalu budaya Prancis cipika cipiki, makan dengan menggunakan garpu, sarapan dengan roti. Budaya Indonesia: bersalaman, makan dengan sendok atau tangan, sarapan harus dengan nasi.
Ada banyak hal yang bisa kalian kupas untuk menjadi sebuah ide penelitian yang manfaatnya jelas untuk bahasa Prancis ke depannya. Hal sederhana jika mampu kalian olah dengan benar dan kreatif, diiringi dengan bacaan yang luas, saya yakin akan menghasilkan karya yang sangat luar biasa.
Bahkan tidak hanya sekedar menghasilkan sebuah skripsi, tetapi bisa menjadi sebuah karya yang menakjubkan. []

Tinggalkan Komentar Anda