Setia Rini

Oleh Setia Rini (Dosen Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Universitas Lampung)
Apakah kalian pernah mencoba, mencari di kolom pencarian Google hal-hal yang berkaitan dengan bahasa Prancis? Saya yakin, untuk mahasiswa bahasa Prancis pasti sering sekali bahkan mungkin setiap hari bisa mengakses Google untuk bertanya terkait tugas-tugas atau proyek perkuliahan bahasa Prancis.
Saya pun mengetikkan di Google “tren bahasa Prancis saat ini”. Muncullah 10 referensi teratas yaitu:
1. Bahasa Prancis konjugasi
2. Bahasa Prancis diharapkan mempunyai pasar sendiri
3. TI dalam pembelajaran bahasa Prancis
4. Di dalam bahasa Prancis ada beberapa huruf vokal…
5. Bahasa Prancis, Lembaga bahasa internasional FIB UI
6. Raih beasiswa ke Prancis: cerita Madame Setia, Dosen…
7. Mengapa harus belajar bahasa Prancis
8. Institut Français Indonésie (@ifi_indonesia) – Jakarta
9. Peran Bahasa Prancis di Kancah Internasional
10. Luna Allegra yang jago bahasa Prancis, Jerman dan Inggris
Referensi pertama yang muncul adalah konjugasi (tata Bahasa Prancis), diikuti beberapa informasi terkait bahasa Prancis dari kampus UPI, UNY, UI dan Unila, lalu informasi bahasa Prancis oleh lembaga resmi di bawah Kedutaan Prancis yaitu IFI dan juga informasi lainnya terkait bahasa Prancis baik melalui Tiktok dan Youtube.
Sebanyak 10 sumber referensi tersebut tentu memiliki ketertarikan di masing-masing sisi. Bahkan saya pribadi merasa sangat tertarik untuk mengupas pilihan yang paling pertama muncul berdasarkan penelusuran Google yaitu konjugasi.
Saya yakin 100% siapa pun yang sudah pernah belajar bahasa Prancis pasti sangat familiar dengan satu kata ini. Bahkan malah bisa menjadi momok yang menyeramkan bagi mereka.
Apa itu konjugasi yang dalam bahasa Prancis dikenal dengan conjugaison [kongzugezong]? Konjugasi adalah perubahan kata kerja dasar dalam tata bahasa Prancis sesuai dengan subjek dan bentuk waktu yang digunakan.
Tentu bahasa Indonesia tidak memiliki sistem ini dalam tata bahasanya. Kita mengatakan “makan” dengan subjek siapa pun dan bentuk waktu apa pun, kata “makan” tidak berubah. Saya makan, dia makan, mereka makan, kemarin kita makan, besok kalian makan.
Konjugasi ini agak-agak relevan jika kita sandingkan denngan bahasa Inggris, meskipun tetap jauh berbeda. Di dalam bahasa Inggris dikenal ada 3 bentuk kata kerja (verb) yaitu kata kerja dasar, kata kerja ke-2 past simple dan kata kerja ke-3 past participle.
Apa pun subjeknya, kata kerja bahasa Inggris selalu sama penggunaannya di dalam kalimat, kecuali ketika kata kerja tersebut menggunakan kata kerja bantu to be. Aturannya masih sederhana dan mudah dipahami.
Tetapi tidak demikian dengan bahasa Prancis. Kata kerja Bahasa Prancis (verbe) harus dikonjugasikan terlebih dahulu untuk masing-masing subjek. Yang kedua, kata kerja tersebut juga harus disesuaikan dengan bentu waktu yang digunakan.
Perhatikan konjugasi kata kerja bahasa Prancis berikut untuk verba “makan” yang dalam bahasa Prancis disebut manger [mongzé].
Kata kerja dasar : manger (jenis verba pertama akhiran –er)
Konjugasi kala saat ini : Je mange (saya makan)
Tu manges (kamu makan)
Il/elle/on mange (dia; laki-laki, perempuan; kita makan)
Nous mangeons (Kami makan)
Vous mangez (Anda/Kalian makan)
Ils/elles mangent (Kalian makan)
Konjugasi kala lampau : J’ai mangé
Tu as mangé
Il/elle/on a mangé
Nous avons mangé
Vous avez mangé
Ils/elles ont mangé
Konjugasi kala akan datang : Je vais manger
Tu vas manger
Il/elle/on va manger
Nous allons manger
Vous allez manger
Ils/elles vont manger
Seru bukan belajar bahasa Prancis? Baru membahas verba, bisa berlembar-lembar halaman dihabiskan untuk memahami dengan baik bagaimana pembentukan konjugasi tersebut.
Contoh konjugasi di atas adalah contoh global bentuk-bentuk konjugasi untuk tiga bentuk waktu yang berbeda. Sama halnya dengan bahasa Inggris, bahasa Prancis juga memiliki sub-sub bentuk waktu lampau dan akan datang yang sangat variatif.
Kalau belum belajar bahasa Prancis, kalian tidak akan pernah tahu bagaimana serunya mengonjugasikan 1 verba ke dalam subjek dan kala yang berbeda-beda.
Dan inilah yang menjadi salah satu penyebab, konjugasi bahasa Prancis menjadi momok atau materi yang kurang disukai mahasiswa. Terlebih untuk tipe-tipe mahasiswa yang tidak bisa telaten alias teliti, bisa tahu bentuk verba dasarnya saja itu sudah alhamdulillah.
Walhasil, ketika membuat kalimat berbahasa Prancis baik ketika menulis maupun berbicara tidak mereka konjugasikan. Misalnya, verba dasar makan yang tadi dibahas, ya mereka akan menggunakan manger untuk semua subjek dan semua kala.
Menarik untuk diulik, apakah benar konjugasi ini menjadi bagian yang menyeramkan bagi mahasiswa bahasa Prancis atau siapa pun yang belajar bahasa Prancis. Akhirnya saya melemparkan sebuah pertanyaan sederhana melalui story WhatsApp dan Instagram
“Kalau ada kata konjugasi, apa yang muncul di kepala kalian?”
Dalam waktu lima menitan, saya berhasil menampung beberapa respon baik dari WA maupun IG.
Aller à Paris
Manger, lagi di kapal dan lagi makan madame
Avoir
Verba être
Aller mme
Kata konjugasi mengingatkan saya pada perubahan verbe infinitif aller ke passé composé madame
Konjugasi yang supersulit seperti craindre, convaincre, dan résoudre.
Seratus persen menjawab dengan menyebutkan verba dalam bahasa Prancis. Mungkin pertanyaan yang saya lemparkan bermakna ambigu sehingga tidak menemukan jawaban yang saya harapkan.
Jawaban yang memberikan opini terkait konjugasi itu bagaimana dan seperti apa selama mereka belajar bahasa Prancis.
Akhirnya, saya lanjutkan dengan melempar pertanyaan kedua.
“Menurut kalian bagaimana dan seperti apa konjugasi itu?”
Lalu muncullah jawaban-jawaban berikut.
Gampang setelah pengalaman 10 tahun lebih berbahasa Prancis
Bingung merangkai kata-katanya, tapi menurut saya konjugasi itu menjadi salah satu pembeda dengan bahasa Inggris maupun bahasa lainnya dalam membentuk suatu kalimat.
Sulit mme, konjugasi itu kompleks, setiap subjek mempunyai konjugasi masing-masing, jadi harus lebih banyak belajar dan dihafalkan lagi
Cukup sulit mme, karena perubahan katanya cukup jauh
Kalau dilihat respons-respons di atas, bahkan ada yang mengatakan bahwa konjugasi bahasa Prancis itu gampang, tapi setelah 10 tahun berbahasa Prancis. Bisa dibayangkan?
Jadi wajar saja bagi kalian yang baru belajar dalam hitungan bulan, atau beberapa tahun masih keuslitan dengan yang namanya konjugasi. Pengalaman saya belajar bahasa Prancis ketika S1 dulu, terutama di 2-3 bulan awal perkuliahan memang semenegangkan itu setiap kali ketemu yang namanya konjugasi.
Bahkan saya beberapa kali kesulitan berbicara bahasa Prancis karena tidak tahu bentuk konjugasinya seperti apa. Untuk menulis, masih bisa berpikir ya, mencari-cari bentuk konjugasinya seperti apa, mengonjugasikan satu per satu verba berdasarkan subjeknya, jadi masih aman.
Tetapi ketika sudah berbicara, ceritanya sudah lain. Hanya untuk sekadar bersikap tenang saja sudah menjadi masalah, ditambah harus mencari-cari kosakata dalam bahasa Prancis, ditambah mengonjugasikan sesuai subjek dan bentuk waktu yang dimaksud.
Tapi tidak mungkin ya menyerah hanya karena konjugasi. Toh semua bahasa memiliki kesulitannya masing-masing.
Sebenarnya ada banyak cara untuk kalian lebih mudah belajar dan memahami konjugasi. Satu strategi paling penting menurut saya yang harus dari awal dikuasai adalah pemahaman yang tuntas sekaitan dengan konsep-konsep konjugasi.
Konjugasi itu ibarat matematikanya orang bahasa. Jadi ketika kalian mempelajari bahasa Prancis dasar (1 semester awal) pahami dengan seoptimal mungkin bagaimana konsep atau rumus konjugasi itu.
Pemahaman yang mendalam terkait konsep ya, jadi jangan sekedar mengangguk-angguk ketika perkuliahan, sebaiknya bertanya langsung ketika memang tidak paham.
Dapatkan pemahaman yang utuh, tidak setengah-setengah.
Jika sudah mendapatkan pemahaman yang mendalam bagaimana konsep konjugasi bahasa Prancis, habiskan waktu sebanyak mungkin untuk mengerjakan latihan dengan mengerjakan soal-soal terstuktur terlebih dulu, sekadar mengonjugasikan saja.
Habiskan berlembar-lembar kertas untuk menuliskan puluhan bahkan ratusan konjugasi verba bahasa Prancis sampai kalian paham konsepnya dengan baik. Soal-soal latihan bisa kalian akses dengan sangat mudah baik dari buku, apalagi internet.
Bahkan banyak sekali aplikasi dan web yang menyediakan soal-soal konjugasi lengkap dengan kunci jawaban. Selanjutnya, pembiasaan untuk mempraktikkan konjugasi tersebut baik dalam keterampilan menulis maupun berbicara setiap hari.
Bahasa itu sama sekali tidak bisa dikuasai, jika kalian hanya belajar di kelas, kalian tidak akan mendapatkan apa-apa selain hanya teori dan sedikit praktik yang rata-rata hanya dalam hitungan menit atau maksimal 1 jam.
Artinya, kalian harus memiliki waktu-waktu khusus dalam satu hari itu untuk mempraktikkan bahasa Prancis baik sendiri maupun dengan teman.
Bagusnya lagi, jika kalian memiliki teman orang-orang frankofon (orang-orang yang berbicara bahasa Prancis sebagai bahasa sehari-hari). Bahkan tidak hanya konjugasi yang bisa dikuasai, lebih dari itu. Kalian bisa berkomunikasi dalam bahasa Prancis dengan lancar.
Lalu strategi terakhir adalah ikuti ujian DELF/Diplôme d’Études en Langue Française (ujian internasionak kompetensi berbahasa Prancis).
Tentu saja sebagai pemelajar bahasa asing, kalian wajib memiliki bukti bahwa kalian memang menguasai bahasa tersebut. Bukti itu hanya dapat kalian peroleh dengan mengikuti ujian DELF.
Oleh karena itu, di Indonesia sendiri untuk lulusan S1 bahasa Prancis diwajibkan memiliki seritifikat DELF B1-B2. Tentu untuk lulus ujian di level tersebut, kalian harus menguasai konjugasi dengan sangat baik untuk semua keterampilan baik pasif maupun aktif.
Sudahkah kalian menguasai konjugasi? []

Tinggalkan Komentar Anda