Berlatih gamolan inisiasi mahasiswa KKN Unila. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Merbau Mataram – Gamolan merupakan alat musik yang berasal dari Provinsi Lampung, memiliki 6, 7, atau 8 kunci yang terdiri dari lempengan bambu.
Lempengan tersebut dikaitkan satu sama lain dengan sebuah tali rotan. Alat musik yang terbuat dari bambu ini dibunyikan dengan dua buah tongkat kayu, diketukkan ke lempengan tersebut.
Pelatihan gamolan digagas Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung (Unila) yang terdiri dari Surya Saputra, Valentina Setiyawati, Liyana Qayyimah, Pinulih Mulqi Anisawenda, Azizah Yasfa Azzahra, Ernawati, Irsa Febriyana, Lutfiyah Hasna Sulistia, serta dibina dosen pembimbing lapangan (DPL) Suroto.
Pelatihan gamolan ini merupakan bentuk kegiatan dari program kerja berjudul, “Timbangan Puji Rahayu”, yaitu program peningkatan minat dan bakat anak-anak Desa Puji Rahayu, Kecamatan Merbau Mataram, Lampung Selatan, di bidang pendidikan.
Timbangan Puji Rahayu memiliki beberapa bentuk kegiatan, salah satunya adalah pelatihan alat musik gamolan.
Tim KKN Unila tidak hanya mengajarkan cara memainkan gamolan, tetapi juga memberikan informasi terkait tabuh yang bisa dimainkan menggunakan alat musik gamolan, seperti tabuh lawang kasiwan dan tabuh gupea.
Kegiatan ini dilaksanakan di Posko KKN Desa Puji Rahayu, Kecamatan Merbau Mataram, Kabupaten Lampung Selatan, setiap Jumat dan Sabtu, pukul 13.00 sampai 15.00 WIB.
Tujuan pelatihan gamolan di antaranya agar anak-anak mengenal dan bisa memainkan alat musik gamolan, serta dapat melestarikan alat musik Lampung.
Program ini diawali dengan melakukan lokakarya bersama aparatur, serta warga Desa Puji Rahayu, kemudian menyosialisasikan kepada anak-anak Desa Puji Rahayu untuk mengikuti pelatihan alat musik gamolan.
Surya Saputra, Koordinator Desa (Kordes) KKN Unila, dalam rilis, berharap, program ini bisa terus ditingkatkan.
Caranya, dengan saling mengajari, melestarikan alat musik gamolan, mengikuti ajang, sehingga alat musik ini semakin dikenal secara nasional dan internasional.
Hasil dari pelatihan ini adalah pengetahuan mengenai alat musik gamolan, dan peningkatan jumlah anak-anak Desa Puji Rahayu yang sudah mulai bisa memainkan alat musik gamolan.
Harapan besar Tim KKN Unila, gamolan bisa terus lestari di tanah Lampung, tidak hilang ditelan zaman.
Hendri Siswanto, Sekretaris Desa Puji Rahayu, mengapresiasi Tim KKN Unila yang sudah mengenalkan alat musik gamolan dan mengajarkan anak-anak sebagai bentuk pelestarian kesenian dan kebudayaan Lampung. []

Tinggalkan Komentar Anda