Berita Foto Politik

Kampanye Akbar Anies-Muhaimin Bukti Gerakan Rakyat Bukan Konglomerat

Kampanye Akbar Anies-Muhaimin Bukti Gerakan Rakyat Bukan Konglomerat

Kampanye akbar Amin di JIS. | Dokumentasi

Kampanye akbar Amin di JIS. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Jakarta – PKS menyatakan, kampanye terakhir pasangan calon presiden dan wakil presiden Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar di Jakarta International Stadium (JIS) dihadiri lima juta orang dari berbagai penjuru Indonesia.

Antusiasme masyarakat yang datang dari luar kota terlihat dari ramainya area JIS sejak Jumat malam (9/2) serta penuhnya kereta yang menghubungi area Jabodetabek sejak pagi hingga siang hari.

Dihadiri para petinggi partai koalisi serta elemen ormas seperti buruh, alumni kampus, tokoh nasional hingga komunitas, kampanye ini dipercaya menjadi salah satu barometer untuk melihat siapa pemenang pilpres 2024 ini.

Menurut pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago, kampanye di JIS menunjukkan animo masyarakat sudah seperti gerakan rakyat, dan bukan gerakan konglomerat.

Kampanye yang dilakukan bersifat otonom, bergerak secara mandiri dan bahkan ada yang menyumbang dana pribadinya.

“Mereka datang itu nothing to lose, ikhlas saja tanpa mengharapkan mendapat sesuatu. (Karena) ini bukan gerakan para bohir,” tuturnya di Jakarta (10/2).

CEO dan Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting tersebut mengatakan, PKS dan caleg-calegnya dari tingkat DPR hingga DPRD Kabupaten/Kota sangat massif mempromosikan Amin.

Terlihat dari gambar Amin dalam setiap spanduk-spanduk mereka. Dibandingkan PKB dan Nasdem, efek Anies akan lebih besar berpengaruh kepada PKS.

“Tentu ini adalah hal yang bagus. Ada peran PKS dalam mengampanyekan Amin. PKS mendapat keberkahan dari aspek-aspek elektoral.“

Pangi pun mengatakan, apabila pemilih yang belum menentukan pilihannya mengarah pada 01, pasangan Amin akan lolos masuk ke putaran kedua.

“Jika mencermati angka sejauh ini, yang baru 51 persen (untuk 02), jika ditarik rentang margin error 2,8 persen maka tidak ada yang lolos satu putaran. Angka tersebut belum cukup tebal. Peluangnya fifty-fifty. Sementara hari pemilihan semakin dekat. Amin berpeluang masuk putaran kedua dan 02 tertahan tidak bisa tembus satu putaran.”

Pakar komunikasi politik dari Universitas Islam Bandung, Muhammad Fuady mengatakan bahwa militanasi relawan PKS sudah teruji di Jawa Barat dan DKI Jakarta yang berhasil meningkatkan elektabilitas kandidat. Ia mencontohkan Pilkada Jakarta 2007 dan Jawa Barat 2018.

“Pada pilkada Jakarta Adang Daradjatun dan Jawa Barat Mayjen Sudrajat, PKS berhasil tingkatkan elektabilitas. Keduanya kalah populer dari Foke dan Ridwan Kamil. Tapi suara pemilihnya melonjak.”

Fuady mengatakan, pendukung yang hadir di JIS berasal dari kelompok lintas agama, lintas generasi, dan disabilitas. Bahkan tunanetra beriringan berjalan menyusuri kemacetan sejak subuh. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda