Berita Foto Ruwajurai Lampung Timur

Mahasiswa KKN Itera Desa Sri Basuki Manfaatkan Limbah Jamur Tiram Jadi Briket Arang-Kompos

Mahasiswa KKN Itera Desa Sri Basuki Manfaatkan Limbah Jamur Tiram Jadi Briket Arang-Kompos

Mahasiswa KKN Itera. | Dokumentasi

Mahasiswa KKN Itera. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Batanghari – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (PPM) ke-12 Institut Teknologi Sumatera (Itera) di Desa Sri Basuki, Kecamatan Batanghari, Lampung Timur, berhasil melaksanakan program pemberdayaan di bidang ekonomi dan lingkungan masyarakat, hingga menggali potensi desa.

Hal tersebut ditandai antusias masyarakat yang berpartisipasi dalam beberapa kegiatan yang diadakan mahasiswa kelompok KKN 154.

Kasi Pemerintahan Desa Sri Basuki, Sulfi Yuda Permana, menilai program yang diadakan mahasiswa KKN Itera berjalan lancar dan disambut baik oleh masyarakat.

Hal tersebut disampaikan oleh Kasi Pemerintahan dalam kegiatan Sosialisasi Hasil Program Kerja yang diadakan di Balai Desa setempat pada Senin, 22 Januari 2024.

“Alhamdulillah tadi kami bersama audiens yang lain mendengarkan pemaparan hasil program kerja yang dimana program kerja tersebut benar-benar sinkron dengan apa yang terjadi di lapangan desa Sri Basuki karena berdasarkan pemaparan tadi tentunya warga desa bisa ikut melanjutkan inovasi yang diberikan para mahasiswa untuk menambah nilai ekonomi warga kami,” ujar Sulfi Yuda Permana.

Dalam kesempatan yang sama, mewakili warga desa Sri Basuki, Komariah berharap, adanya mahasiswa KKN Itera dapat memberikan pengetahuan tentang inovasi kepada masyarakat yang inovasi tersebut ketika diolah dapat dijadikan produk yang memiliki nilai jual.

“Dengan adanya sosialisasi masyarakat jadi tahu dan mendapatkan ilmu bagaimana cara kita mendaur ulang dan mengelola limbah baglog,” ujar Komariah.

Tim KKN yang beranggotakan Tedy Kurniawan, Aydi Rahmadhoni, Fadilah Salsabilla, Kezia Yemima, Maudy Feronika, Nadia Rahma Yunita, Robert Alberd Saragih, Muhammad Rizky, Ridho Wiranata, Tri Rahmawati, Hastin Badra, Aulia Maharani, Amara Ramadhani, Tito Iglesias Sibuea memiliki beberapa program kerja (program pokok dan program tambahan) yang telah dijalankan mahasiswa KKN kelompok 154 di antaranya sosialisasi dan demo pembuatan bricket arang dari limbah media jamur tiram (baglog), sosialisasi dan demo pembuatan pupuk kompos dari limbah media jamur tiram serta sosialisasi tentang branding UMKM jamur renyah.

Branding UMKM jamur kripsi bertujuan menginformasikan kepada pelaku UMKM tentang bagaimana meningkatkan skala usaha, memasarkan produk untuk menciptakan kesan positif, membedakan produk atau layanan dari pesaing, dan membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan.

Kedua, pembuatan briket arang dari limbah media jamur tiram. Program kerja kedua diangkat karena di Desa Sri Basuki terutama dusun 2 terdapat banyak limbah baglog yang belum diolah dengan baik oleh petani jamur dan memiliki potensi ataupun peluang bagi masyarakat sekitar untuk membuat inovasi yang memiliki nilai jual tinggi.

Adapun fungsi dari briket arang ini sebagai alternatif arang kayu. Briket arang ini merupakan salah satu sumber energi yang dapat diandalkan dimasa mendatang.

Ketiga, pembuatan pupuk kompos dari limbah media jamur tiram. Pengangkatan program ini tentunya memiliki alasan yang tidak jauh berbeda dengan briket.

Banyaknya limbah baglog yang belum diolah dengan baik menjadi alasan utama mahasiswa KKN Itera untuk membuat pupuk kompos ini.

Pupuk kompos dari limbah baglog ini merupakan jenis pupuk organik karena bahan bakunya terbuat dari serbuk gergaji kayu yang dicampur dengan kapur yang kemudian dicampurkan oleh beberapa bahan lainnya seperti kotoran sapi, dedak, EM4, arang sekam padi, air, dan gula merah.

Adapun manfaat dari pupuk kompos ini yakni dapat meningkatkan kualitas tanah, tidak merusak tanah, meningkatkan pertumbuhan tanaman, mengurangi penggunaan pupuk kimia, mengurangi sampah organik serta meningkatkan struktur tanah.

Melalui sosialisasi dan demo hasil program kerja ini, diharapkan masyarakat desa dapat melanjutkan inovasi ini guna meningkatkan nilai ekonomi. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda