Setia Rini

Oleh Setia Rini (Dosen Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Universitas Lampung)
“Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi, maka jelajahilah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezekinya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.” (QS Al Mulk: 15}
Ternyata memang benar adanya bahwa perintah untuk melakukan traveling ada di dalam kitab suci umat muslim. Dan ayat inilah yang menjadi salah satu alasan saya kenapa hobi saya traveling.
Saya memiliki impian bisa menjelajahi bumi, dari negara yang satu ke negara yang lain, dari benua yang satu ke benua yang lain, dari bahasa dan budaya yang satu, ke bahasa dan budaya yang lain.
Sebagai seorang muslim, tentu saja saya meyakini bahwa ayat tadi memiliki makna yang begitu dalam. Seseorang yang banyak menjelajahi belahan dunia yang berbeda, pasti akan muncul di hatinya rasa takjub dan syukur yang luar biasa akan ciptaan Allah Yang Mahabesar.
Bagaimana bisa di sini pagi hari, orang-orang sudah memulai berbagai aktivitasnya, ternyata di Prancis orang-orang sedang lelap tidur menikmati hangatnya selimut tebal dan mesin penghangat di tengah musim salju.
Ya, baratnya Prancis dan timurnya Indonesia, sangat berbeda bukan? Giliran nanti malam kita terlelap tidur maka, orang-orang di Prancis akan sangat sibuk dengan aktivitas harian mereka.
Ketika musim dingin begini, selisih waktu antara Indonesia dan Prancis sekitar enam jam. Betapa menakjubkannya Allah menciptakan ini semua? Inilah yang membuat saya selalu memotivasi mahasiswa untuk mengejar negara di mana bahasanya mereka pelajari untuk dapat mereka kunjungi.
Saya selalu mengatakan di kelas, “Jika kalian harus pergi ke Prancis, kalian harus punya impian ke Prancis. Entah untuk alasan studi, bekerja, liburan, atau sekadar mencari pengalaman. Pengalaman di mana kalian mempraktikkan bahasa yang selama ini dipelajari, di negaranya langsung.”
Rasanya tidak afdal kalau kita mempelajari satu bahasa asing dan kita belum mengunjungi negara itu. Saya yakin, siapa pun yang mempelajari bahasa asing, apa pun itu, pasti ada harapan di dalam dirinya untuk bisa mempraktikkan bahasa itu secara nyata, dengan penutur asli.
Apa gunanya kita menguasai bahasa asing itu dan hanya di kandang sendiri? Memang bukan hal yang wajib, dan tidak ada yang mewajibkan.
Tetapi menurut hemat saya, pengalaman itu penting! Pengalaman nyata bagaimana selama ini sebuah bahasa asing dipelajari di kelas, bahkan setelah sekian tahun dipraktikkan secara teoretis.
Pernah tidak mendengar sebuah teori yang mengungkapkan bahwa, mempelajari bahasa asing itu akan lebih efektif jika dipelajari secara langsung di negaranya. Artinya, jika kalian mempelajari bahasa Prancis, ya akan lebih baik dan cepat kalian kuasai bahasa Prancis itu di negara Prancis.
Tentu orang awam pun pasti tahu, jika ingin menguasai bahasa Prancis pasti kalian harus ke Prancis atau negara-negara frankofon, bukan ke negara Arab atau ke Inggris.
Faktanya bahasa yang dipelajari secara teori di kelas, sangat berbeda dengan bahasa itu secara nyata digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Itulah kenapa, ada banyak mahasiswa jurusan bahasa asing tetapi tidak menguasai bahasa itu.
Dan ini banyak terjadi dan ditemukan di manapun, terlebih saat ini. Mahasiswa bahasa Prancis tetapi tidak bisa berbahasa Prancis? Ada? Banyak, dan ini memang fenomena yang terjadi saat ini.
Penyebabnya? Salah satunya karena materi yang dipelajari di kelas sangat banyak, dan biasanya terlalu teoretis. Alasan lainnya, bisa dihitung jari berapa kali dan berapa sering mahasiswa mempraktikkan atau menggunakan bahasa Prancis tersebut.
Saya yakin, 100% bahwa sebagian besar dari mahasiswa hanya mempraktikkan bahasa Prancis ketika di kelas, itu pun hanya di kelas berbicara production orale.
Alasan lainnya, kenapa mahasiswa bahasa asing saat ini kurang bahkan tidak menguasai bahasa yang dipelajari karena motivasi mereka tidak ada. Ya tidak ada.
Padahal, belajar bahasa Prancis seharusnya membuat mereka antusias untuk bisa pergi ke Prancis, paling tidak dengan motivasi yang umumnya diinginkan semua orang, yakni bisa foto di depan Menara Eiffel.
Alasan klasik, alasan yang sangat sederhana, foto di depan Menara Eiffel. Bukankah untuk bisa ke sana, akan lebih baik jika kita menguasai bahasanya, terlebih bagi mahasiswa yang memang mempelajari bahasa itu.
Tentu saja, negara Prancis akan menjadi satu destinasi yang wajib sekali untuk dikunjungi. Penasaran bagaimana biasanya mengucapkan excusez-moi [exkuze moa] ketika praktik dialog di kelas, lalu kalian ucapkan kepada orang Prancis ketika kalian mau berfoto di depan menara Eiffel.
Non merci [nong mersi] kalian ucapkan kepada orang Prancis yang menawarkan kepada kalian untuk minum vin [ving]; anggur.
Bukan sekadar praktik bahasa Prancisnya yang sangat penting, melainkan bagaimana pengalaman-pengalaman terkait budaya Prancis yang secara langsung ditemui, dilihat, dan dirasakan.
Hal-hal ini menurut saya harus dialami oleh semua mahasiswa bahasa Prancis, di manapun. Pengalaman secara langsung di negara Prancis, akan membuka wawasan kalian dengan sangat luas, luas sekali.
Dan pengalaman itu tidak akan tergadaikan oleh apa pun. Bagaimana syoknya kalian ketika baru pertama kali tiba di Prancis dengan gaya berbicara mereka yang sangat cepat, dan kalian akan kebingungan untuk memahaminya.
Bagaimana ketika kalian pertama kali tiba di Prancis, lalu kalian naik métro (salah satu jenis kereta di Prancis) dan melihat banyak pasangan yang sedang bermesraan dengan bebasnya, baik lawan jenis maupun sesama jenis. Kalian akan melihat bagaimana sibuk dan padatnya kehidupan di Paris dan sebaliknya betapa nyaman dan tenangnya kehidupan di kota-kota kecil di luar Paris.
Kota-kota kecil tetapi tetap dan selalu modern dengan bangunan dan arsitektur khasnya. Kalian pun akan melihat bagaimana budaya-budaya lain di Prancis baik negatif maupun positifnya. Inilah yang harus kalian miliki, pengalaman ini: pengalaman bahasanya maupun budayanya.
Jadi, milikilah motivasi besar untuk bisa ke Prancis meskipun hanya satu minggu atau pun sekadar beberapa hari. Milikilah motivasi untuk setiap tahun memiliki progres bahasa Prancis yang signifikan, yang ditunjukkan dengan sertifikat DELF (sertifikat kompetensi berbahasa Prancis berlaku seumur hidup).
Paling tidak milikilah sertifikat DELF B1, sehingga kalian akan memiliki peluang lebih besar untuk bisa ke Prancis. Ada banyak pintu yang bisa kalian pilih untuk bisa ke Prancis secara gratis.
Tetapi apakah kalian memiliki motivasi itu? Motivasi untuk menjelajahi bumi Allah, motivasi untuk menjelajahi Prancis? []

Tinggalkan Komentar Anda