Berita Foto

The Young Forester Dinas Kehutanan Lampung Gelar LCT, SMAN 2 Kotaagung Tanggamus Juara I

The Young Forester Dinas Kehutanan Lampung Gelar LCT, SMAN 2 Kotaagung Tanggamus Juara I

LCT SMA se-Lampung gelaran Dishut Lampung. | Sugiono

LCT SMA se-Lampung gelaran Dishut Lampung. | Sugiono

Wartalampung.id, Bandar Lampung – The Young Forester, organisasi rimbawan muda di lingkungan Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, menyelenggarakan Lomba Cepat Tepat (LCT) tingkat SMA sederajat se-Provinsi Lampung dengan tema “Hutan dan Kehidupan”, Kamis, 14/12/2023.

Acara berlangsung dengan meriah dan sukses. Hal ini tak lepas dari kerja keras segenap panitia.

Peserta lomba dari SMAN 2 Kotaagung menyabet juara pertama dengan perolehan nilai 1.300   dengan tim yang terdiri 3 orang: Farid Hidayat, Frenika Rorensia, dan Tsarwan Thirafi.

Juara II diraih SMA YP Unila dengan nilai 700 dan juara III diraih SMAN 1 Purbolinggo dengan nilai 600.

Salah seorang pemenang LCT Frenika Rorensia, siswi SMAN 2 Kotaagung, mengatakan, dia bersama rekanya banyak belajar dan menghafal tentang kehutanan.

Selain itu, kata dia, agar lebih mudah menghafal materi, dia dan dua rekannya belajar dengan merangkum bacaan dari berbagai sumber.

“Kalau kami baca semuanya kan enggak nempel. Jadi, kami bacanya harus dirangkum. Alhamdulillah kami juga juara satu,” ujarnya.

Dengan diadakan lomba ini, kata dia, akan menambah semangat belajar. Dia berharap lomba yang diadakan Dishut dapat diselenggarakan setiap tahun.

Sementara itu, Tri Wahyuni, guru pendamping, mengatakan, kepala sekolah sangat mendukung sepenuhnya siswa untuk ikut LCT. Pihak sekolah juga memfasilitasi siswa secara khusus dengan mengarantina selama satu pekan agar fokus untuk mempersiapkan LCT kehutanan ini.

Ketua pelaksana lomba Eko Prasetyo mengatakan, hari ini merupakan akhir dari rangkaian LCT Dishut dimulai dari tanggal 11 dengan jumlah peserta 54 tim.

Kemudian, kata dia, kegiatan akan dilanjutkan lokakarya dari beberapa organisasi nonpemerintah, yakni dari Yari, RA, dan WCS.

Dia berharap kegiatan seperti ini rutin diadakan setiap tahun. Pemenang lomba diberikan penghargaan berupa uang tunai, piala, dan medali.

“Juara pertama mendapatkan Rp7 juta, juara II Rp5 juta, juara III Rp3 juta. Semua pemenang mendapatkan juga piala, medali, dan sertifikat,” terangnya.

Eko menuturkan, LCT ini adalah upaya Dishut membuat gebrakan untuk mendekatkan generasi muda atau gen Z untuk mengenal dan lebih peduli terhadap kehutanan. [Sugiono]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda