Berita Foto Nusantara Advertorial

Mahasiswi Universitas Teknokrat Indonesia Dinda Indah Jelita Nikmati Titik Nol Bulukumba, Lihat Pembuatan Pinisi

Mahasiswi Universitas Teknokrat Indonesia Dinda Indah Jelita Nikmati Titik Nol Bulukumba, Lihat Pembuatan Pinisi

Dinda Indah Jelita. | Dokumentasi

Dinda Indah Jelita. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bulukumba – Dinda Indah Jelita Sabtu malam lalu, 2 Desember 2023, kembali mendapat pengalaman baru. Mahasiswi Universitas Teknokrat Indonesia itu sedang menjalani masa pertukaran mahasiswa merdeka (PMM) di Universitas Fajar, Makassar.

Salah satu yang ia ikuti tentu saja modul Nusantara. Pada Sabtu malam lalu, ia dan teman-temannya dari desa yang dihuni suku Kajang, menuju Bulukumba.

Mereka bermalam di sana. Jarak vila di Bulukumba dari kampus Universitas Fajar sekitar delapan jam perjalanan menumpang bus.

Dinda dan teman-temannya mengisi acara usai sampai dengan barbeku atau bakar-bakaran. Pagi harinya rombongan menuju Pantai Bira.

Kata Dinda, Pantai Bira sangat bagus. Pemandangannya pun indah. Pepohonan di sekitar juga masih rapat. Pemandangan makin bagus banyak kapal di sekelilingnya.

Air yang jernih membuat terumbu karang di bawahnya terlihat jelas kasatmata. Dinda dan teman-teman menyempatkan bermain banana boat sampai ke tengah laut.

Dinda bercerita, siang hari ia dan teman-temannya menuju Titik Nol Sulawesi Selatan. Titik Nol Sulawesi Selatan ini menjadi salah satu spot favorit wisata jika berada di Tanjung Bira.

Tempat wisata Titik Nol Bulukumba menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Sebab, destinasi wisata ini berada di tempat yang cukup tinggi. Tebingnya juga terbentuk dari hantaman ombak.

Titik Nol Sulawesi Selatan ini berada pada ketinggian 50 meter di atas permukaan laut. Untuk turun ke dasar tebing, kita mesti melewati anak tangga yang dicat berwarna-warni yang menjadi daya tarik tersendiri di sini.

Di ujung tangga juga terdapat jembatan kaca yang membuat pengunjung serasa melayang di atas air. Jadi, jika kita sudah di tangganya, langsung tertuju dengan pemandangan air pantai yang sangat jernih.

Dinda dan teman-teman juga berkunjung pada sore hari ke tempat pembuatan kapal pinisi. Kapal ini perahu layar tradisional khas masyarakat Bugis.

Ciri khas dari perahu pinisi ini memiliki dua tiang utama serta tujuh buah layar. Tiga layar berada di bagian depan, dua di bagian tengah, dan dua di bagian belakang.

“Pas kami tiba langsung disuguhkan proses pembuatan pinisi,” kata dia kepada wartalampung.id lewat percakapan WhatsApp hari ini.

Dinda mengatakan, di pembuatan pinisi, ia mendapatkan informasi jika ada kapal yang dipesan pihak Sri Langka senilai Rp10 miliar. Bahkan, seorang pengusaha asal Arab Saudi bersedia mengeluarkan duit sampai Rp36 miliar untuk memesan pinisi. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda