Berita Foto Opini

Opini: Memaknai Kepahlawanan Orang-Orang Palestina

Opini: Memaknai Kepahlawanan Orang-Orang Palestina

Aksi solidaritas untuk Palestina. | Ramzy Nauval/Wartalampung.id

Aksi solidaritas untuk Palestina. | Ramzy Nauval/Wartalampung.id

Oleh Inayah Hanum (Humas Salimah Pringsewu)

Oktober berakhir. November pun telah hadir. Bahkan sudah berlalu hampir separuhnya. Di bulan ini ada Hari Pahlawan yang sudah jatuh pada 10 November. Apa itu pahlawan? Begitu pentingkah untuk diperingati?

Kata pahlawan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia bermakna orang yang menonjol karena keberaniannya dan pengorbanannya dalam membela kebenaran. Selain itu, pahlawan juga bermakna pejuang yang gagah berani.

Pahlawan juga sering disebut hero dan atau pejuang. Di Indonesia, banyak kita kenal pahlawan. Bahkan anak usia sekolag dasar hafal beberapa nama pahlawan.

Mulai dari Kapitan Pattimura, Cut Nyak Dien, Bung Tomo sampai Jenderal Ahmad Yani. Mereka adalah beberapa pahlawan yang dikenal berjuang melawan penjajah dengan keberanian dan pengorbanannya demi merebut kemerdekaan Indonesia di zamannya.

Begitupun perjuangan yang dilakukan di Palestina. Demi mempertahankan tanah air Gerakan Perlawanan Islam, Harakat al Muqawama al-Islamiyah (Hamas), melakukan perlawanan dengan penuh keberanian dan pengorbanan membela agama dan negaranya.

Kekejaman Israel semakin hari semakin brutal. Pembantaian yang mereka lakukan membuat kelompok militan Palestina yang menguasai Jalur Gaza itu pun berguguran.

Tak hanya pasukan Hamas, rakyat sipil pun tak luput dari sasaran mereka. Mereka tak peduli telah melakukan kejahatan perang.

Orang tua, wanita, dan anak-anak terenggut nyawanya karena kebiadaban Israel. Nyawa mereka sepertinya tak sia-sia karena orang tua, wanita, dan anak-anak itu pun melakukan perlawanan dengan cara mereka.

Meski bukan dengan senjata, hanya dengan lemparan batu dan keberanian sikap mereka. Tak sedikitpun rasa gentar terbersit di wajah mereka. Meski sisi kemanusiaan tetap ada. Sebaliknya semangat semakin berkobar.

Mereka tak menyerah meski kota poranda-poranda, hancur berkeping-keping. Darah membanjiri bumi. Meski para istri kehilangan suami.

Para ibu direnggut anak-anaknya dari dekapannya. Anak-anak dihadapkan pada kematian orang tua dan saudara-saudaranya. Mereka tetap punya keyakinan bahwa kematian mereka itu syahid, kematian yang dirindukan dan dicita-citakan.

Rakyat Palestina sejatinya semua pejuang. Kekuatan akidah mereka mampu membuat seorang ibu tetap bangga meski diiringi deraian air mata anaknya menjadi syuhada.

Bocah-bocah tetap tegar meski menjadi yatim piatu. Tak membuat mereka merengek manja untuk menghentikan genderang perjuangan.

Maka rasanya tak berelebihan jika merujuk pengertian pahlawan di atas. Ada banyak pahlawan di Palestina. Ada seribu pahlawan di Palestina.

Perjuangan versi mereka sampai titik darah penghabisan. Mereka tak butuh gambar mereka tercetak di poster yang tepampang di kelas-kelas sekolah atau perkantoran. Mereka hanya terus

mengingat bahwa perjuangan harus terus dilanjutkan hingga kemerdekaan ada di genggaman.

Penulis teringat bait-bait lagu fenomenal soal Gaza bertajuk “We Will Not Go Down” yang dinyanyikan Michael Heart.

A blinding flash of white light

Lit up the sky over Gaza tonight

People running for cover

Not knowing whether they’re dead or alive

 They came with their tanks and their planes

With ravaging fiery flames

And nothing remains

Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down

In the night, without a fight

You can burn up our mosques and our homes and our schools

But our spirit will never die

We will not go down

In Gaza tonight

Women and children alike

Murdered and massacred night after night

While the so-called leaders of countries afar

Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain

And the bombs fell down like acid rain

But through the tears and the blood and the pain

You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down

In the night, without a fight

You can burn up our mosques and our homes and our schools

But our spirit will never die

We will not go down

In Gaza tonight. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda