Berita Foto Ruwajurai Bandar Lampung

Diskusi Film “Tandur” di FISIP Unila, Direktur Walhi Lampung: Idealnya Tak Ada Desa di Hutan

Diskusi Film “Tandur” di FISIP Unila, Direktur Walhi Lampung: Idealnya Tak Ada Desa di Hutan

Direktur Walhi Lampung Irfan Musarin Kunang (kiri). | Khoirunnisa

Direktur Walhi Lampung Irfan Musarin Kunang (kiri). | Khoirunnisa

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Lampung Irfan Musarin Kunang menjadi salah satu pembacara pada acara nobar “Tandur” yang dilaksanakan di Taman FISIP Unila, Sabtu malam lalu, 7/11/2023.

Acara tersebut dibuka untuk umum dan dimulai pukul 19.00. Irfan hadir untuk berdiskusi bersama dua petani Kota Baru, Lampung Selatan, dan dimoderatori oleh Fuad Abdulgani, dosen Sosiologi Unila.

Irfan menanggpi perihal lahan yang saat ini semakin berkurang. Berawal dari lahan hutan, lalu akhirnya lahan pertanian yang banyak diambil pemerintah untuk dijadikan pembangunan.

Irfan mengatakan, dalam undang-undang, tidak boleh suatu desa ada di kawasan hutan. Namun, jika ditarik dari sisi lain, yang bisa mengatur desa adalah pemerintah.

Maka itu, Provinsi Lampung dari prakemerdekaan sampai dengan tahun 1999, aktivitas transmigrasi yang dilakukan pemerintah tidak sesuai. Ia menerangkan hal ini diawali transmigrasi lokal atau biasa disebut translok.

Sebagai contoh, ada desa di Lampung Barat yang dideklarasikan langsung oleh Presiden Soekarno dan didiami veteran. Namun, ternyata, lokasi transmigrasinya masuk ke dalam kawasan hutan.

Ia menambahkan, ketidakjelasan pemerintah itu salah satunya tercermin dalam Kota Baru. Ia menduga, 10 desa yang ada di kawasan itu dulunya memang masuk kawasan hutan.

Maka itu, ia menarik kesimpulan, kesalahan awal dari pemerintah adalah kurang optimal dalam menentukan kebijakan. Hal itu menyebabkan petani dirugikan. Ia setuju agar hidup petani lebih diperhatikan.

Hal ini disebabkan sektor pertanian harus terus berjalan. Ia menambahkan, pemerintah juga mesti melakukan pembaruan dalam hal menjaga ketahanan pangan. [Khoirunnisa]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda