Andry Kurniawan. | Ade/Adnan

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Koordinator Liputan SSI Indosiar dan SCTV Lampung, Andry Kurniawan, menjadi pemateri dari Pelatihan Jurnalistik Mahasiswa Tingkat Dasar (PJMTD) yang diadakan LPM Raden Intan di gedung dosen Tarbiyah dan Pendidikan kampus setempat, Jumat, 3/11/2023.
Ia menjadi salah satu pemateri dari 3 pemateri yang diundang oleh panitia.
Andry menjelaskan tentang teknik video dan fotografi jurnalistik. Ia menyampaikan tentang isi konten-konten sampah yang ada di televisi.
“Konten-konten sampah yang ada di televisi itu sekadar hiburan, tidak perlu perlu dipikirkan amat. Kalaupun ingin melihat konten yang serius, ya harus melihat konten yang serius,” kata dia.
Andry menjelaskan, kalau konten tersebut hanyalah sebuah acara yang di-setting sedemikian rupa. Pihak televisi, ujarnya, juga tahu konten mana yang harus disaring sehingga konten yang ada di televisi layak ditonton dan relevan untuk khalayak.
Ia kemudian membahas tentang struktur redaksi dan fungsi-fungsi pekerjaan yang ada di dalamnya. Ia juga mnenjelaskan bagaimana cara menjadi kameramen di sebuah berita yang akan ditayangkan.
Pengalaman Andry dahulu yang menjadi seorang jurnalis menjadikan ia sebagai orang yang mati rasa terhadap rasa sedih. Sebab, kata dia, pengalamannya yang suram terhadap isi berita yang mengerikan tentang kecelakaan.
Ia mengatakan, isi acara di televisi akan kalah dengan konten-konten yang ada di medsos.
“Biarkan acara televisi kalah sama yang ada di medsos. Biar viral dulu, kemudian kita sebagai seorang jurnalis yang akan menindaklanjutinya,” katanya.
Andry menyampaikan pendapatnya tentang banyaknya oknum jurnalis yang mencoreng citra jurnalis itu sendiri.
Tugas dari jurnalis-jurnalis muda yang harus memberikan citra positif seorang jurnalis.
Kemudian ia menjelaskan tentang jenis-jenis dari berita yang ditayangkan televisi. Ia juga menjelaskan tentang tata cara wawancara yang baik dan benar, tata cara dari membuat berita yang akan ditayangkan di televisi.
Andry juga mengajari peserta posisi hadapan kamera, wartawan dan narasumbernya. Dia menyampaikan pendapatnya.
“Menjadi seorang jurnalis itu harus selalu resah karena kita harus punya skeptisme. Selalu ingin tahu bukan berarti kita kepo,” katanya.
Andry menyemangati para peserta agar tetap semangat dalam menjalankan pekerjaannya. [Ade Hermawan/Ahmad Adnan Firdaus]

Tinggalkan Komentar Anda