Perpustakaan Baca di Bataranila. | Ade Lastiyanto

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Baru saja kembali usai sepuluh hari tutup, Perpustakaan Baca di Bataranila (BDB) mulai ramai dikunjungi pengunjung.
Baca di Bataranila didirikan oleh pasangan suami istri, Purwanto Putra dan dan Renti Oktaria. Keduanya merupakan dosen di Universitas Lampung.
Pada awalnya, mereka membuat Baca di Bataranila ini karena ingin memperkenalkan dunia literasi kepada anaknya.
Selain untuk itu, tujuan didirikannya Baca di Bataranila juga sebagai bentuk prihatin keduanya terhadap rendahnya literasi di Lampung.
”Menurut berita dan juga beberapa jurnal mengatakan, tingkat literasi di Lampung berada di urutan kedua dari bawah setelah Papua,” ujar Dwi Ariyansyah atau Anca, selaku pengelola Baca di Bataranila, kepada wartalampung.id kemarin di lokasi perpustakaan ini.
Dengan beberapa alasan di atas, akhirnya dibuatlah Baca di Bataranila yang terletak di Desa Hajimena, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, sebagai dobrakan untuk meningkatkan minat baca di Lampung.
Hal menarik yang ditambahkan untuk meningkatkan minat pengunjung yaitu diadakannya kafe pada perpustakaan ini sehingga pengunjung dapat membaca sambil menikmati hidangan.
”Kami memakai konsep unik seperti kafe ini agar dapat mendapat lebih banyak pengunjung,” katanya.
Untuk buku bacaan di Baca di Bataranila sangat beragam dan banyak jenisnya. Mulai dari buku untuk anak kecil seperti buku cara membaca dan kisah nabi, lalu juga untuk anak remaja serta mahasiswa.
Karena memang tujuannya adalah masyarakat semua umur, pengunjung tidak perlu khawatir takut kekurangan buku untuk dibaca saat berkunjung ke sini.
”Kami pernah mendapat suplai buku sebanyak 18 ton dari kenalan-kenalan Bapak Purwanto sehingga makin banyak banyak bahan bacaannya,” pungkas Anca. [Ade Lastiyanto Putra Radiyansyah]

Tinggalkan Komentar Anda