Berita Foto Bisnis

Toko Buku Bekas di Bawah Ramayana Tanjungkarang, Eksis dengan Rp5.000/Eksemplar

Toko Buku Bekas di Bawah Ramayana Tanjungkarang, Eksis dengan Rp5.000/Eksemplar

Toko buku bekas di bawah Ramayana Tanjungkarang. | Syifa Fauziah Efendi

Toko buku bekas di bawah Ramayana Tanjungkarang. | Syifa Fauziah Effendi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Ada sekitar 10 toko buku masih bertahan di lantai dasar Ramayana Tanjungkarang. Para pemiliknya masih tetap eksis menjual buku.

Yeni, salah seorang pegawai yang sudah bekerja di toko buku bekas di sana selama 8 tahun, mengatakan, walaupun saat ini toko buku sudah kalah bersaing dengan toko daring, untuk pembeli setiap harinya masih ada.

Pembeli mencari buku-buku pelajaran, novel, dan buku cerita untuk anak-anak.

Toko buku Top tempat Yeni bekerja menjual berbagai jenis buku dengan harga mulai dari Rp5.000 sampai Rp50 ribu.

‘’Bahkan jika kurang cocok dengan harganya, kami juga memberikan diskon,” tambah Yeni kepada wartalampung.id, Ahad, 15/10/2023.

‘’Untuk asal dari buku yang dijual di toko ini kami biasa mendapatkannya dari penerbit langsung untuk buku baru. Sementara buku bekas, ada yang datang langsung ke sini menawarkan buku mereka. Biasanya buku pelajaran anak sekolah atau kuliah,” ujar Yeni.

Di era digital ini, Yeni mengaku bahwa ia masih memiliki pelanggan tetap yang masih mencari buku secara langsung.

‘Walaupun setiap hari hanya ada 5-10 orang yang datang, alhamdulillah. Karena biasanya orang ramai datang ke sini menjelang tahun ajaran baru,” kata dia.

Yeni berujar, walaupun toko buku tersaingi dengan online, pihaknya tidak membuka penjualan secara daring.

‘’Toko buku bekas memiliki keunggulan tersendiri. Mereka menawarkan pengalaman fisik yang menyenangkan bagi pelanggan dengan aroma khas buku, suasana yang tenang, dan kemungkinan menemukan buku-buku langka yang sulit ditemukan di platform digital. Buku bekas juga memiliki daya tarik yang unik karena memiliki sejarah dan karakter yang berbeda-beda,” ujar Syafira, pembeli, memberikan pendapatnya. [Syifa Fauziah Effendi]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda