Ganis Apriladijaya. | Dokumentasi Pribadi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Ganis Apriladijaya kini tercatat sebagai taruni Politeknik Ahli Usaha Perikanan di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Jika tak ada aral melintang, gadis asal Liwa, Lampung Barat, ini akan selesai studi tahun depan. Kata Ganis, usai lulus nanti di belakang namanya ada embel-embel S Tr Pi yang merupakan kependekan dari sarjana terapan perikanan.
Lulusan SMAN 2 Liwa itu memang sejak awal sudah berniat kuliah dengan beasiswa. Ganis ingin punya kebebasan dalam menempuh pendidikan ke depan. Untungnya pula kedua orangtuanya memberikan kebebasan kepadanya untuk menempuh pendidikan tinggi.
Dari melihat unggahan seorang alumni dari sekolah lain didaerahnya, Ganis jadi tahu ada Politeknik Ahli Usaha Perikanan di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Dari situ ia ada ketertarikan.
Meskipun demikian, sewaktu hendak lulus, ada tawaran mengambil kampus negeri di Lampung lewat jalur undangan. Pihak sekolah juga yakin Ganis bakal masuk jika mengambil pilihan kampus di Lampung.
Namun, sejak awal, ia memang tidak punya misi untuk kuliah di provinsi ini. Cara berpikirnya sudah terbuka bahwa ada banyak pilihan.
Apalagi ia memang punya ketertarikan dalam sekolah kedinasan. Ganis bercerita ia punya ketertarikan dengan IPDN dan punya hasrat kuliah di sana.
Akan tetapi, ujung cerita, Politeknik Ahli Usaha Perikanan di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, itulah yang menjadi tempatnya mendapat pendidikan sebagai seorang calon ahli teknologi pengolahan hasil perikanan.
Sekolah dengan disiplin tinggi ala semimiliter juga sangat ia sukai. Ganis klop dengan pilihannya itu. apalagi orangtuanya juga punya pekerjaan yang erat kaitan dengan produk kelautan.
Tinggal di asrama kemudian menjadi rutinitasnya setiap hari. Disiplin tinggi mesti ia jalani di kampus itu. keaktifan di organisasi kemahasiswaan juga ia ikuti dengan baik.
“Aku sempat jadi pengurus senat,” kata gadis manis kelahiran 3 April 2002 itu kepada wartalampung.id.
Ganis juga tipikal orang yang menyukai dunia baru. Itulah sebabnya, beberapa ajang pemilihan semacam duta, ia ikuti dengan baik.
Tercatat sampai dengan sekarang ada tiga ajang yang ia ikuti. Ada yang disebut Duta Inspirasi, Duta Ekonomi Biru, dan Duta Maritim.
Yang terakhir bahkan membuatnya sangat terkesan. Selama delapan hari ia dan puluhan Duta Maritim yang diinisiasi Aspeksindo mendapat asupan pengetahuan yang memadai soal dunia maritim.
Ganis memahami Indonesia sebagai negara kepulauan, mestinya punya pendapatan paling banyak dari sektor ini. Namun, kenyataannya tidak demikian.
Di Duta Martim, kata Ganis, ia seperti bersekolah dengan durasi yang padat. Di situ ia mendapat pengetahuan baru dari para ahli.
Bahkan, ia berkesempatan bertemu dengan orang-orang hebat negeri ini. Salah satunya pada ajang kunjungan para Duta Maritim ke Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
“Bisa ketemu langsung Menteri Sandiaga Uno,” ujar anak pertama dari empat bersaudara.
Di Sekolah Duta Maritim itu, Ganis mendapatkan pemahaman bahwa Indonesia mesti menjadi poros maritim dunia. Oleh karena itu, mesti ada penguatan pada sektor kemaritiman.
Ini klop yang selama ini Ganis pelajari di kampusnya.
Yang dilakukan Ganis dengan ikut banyak kegiatan memang banyak manfaat yang ia rasakan. Kata dia, berada di asrama setidaknya membuatnya makin disiplin.
Namun, Ganis menilai, perlu ada usaha untuk membuka wawasan dan relasi dengan entitas lainnya. Itulah sebabnya, banyak ajang yan ia ikuti.
“Dari situ aku bisa nambah teman, nambah ilmu, ketemu dengan orang-orang yang punya prestasi hebat, dan sebagainya. Kita perlu pintar-pintar untuk memanfaatkan waktu selama kuliah ini sehingga punya jaringan pertemanan yang luas,” kata dia.
Dari ikut Sekolah Duta Maritim, Ganis juga tahu betapa pemerintah daerah peserta lain cukup responsif dengan memberikan dukungan konkret. Dari akomodasi dan lainnya, kata Ganis, banyak peserta yang mendapatkan dukungan yang nyata.
Ganis juga punya harapan agar pemerintah daerah di sini juga punya atensi yang sama. Sebab, kata Ganis, ia ikutan beragam kegiatan itu juga membawa nama baik Lampung.
Ganis kini sedang menjalani praktik lapang II, satu episode bagi dirinya sebagai taruni di kampusnya. Di praktik lapangan II ini ia menjalani semacam magang untuk mengetahui proses yang ada di sebuah korporasi yang mengekspor hasil laut Indonesia, khususnya rajungan.
Dari sini Ganis mendapat pengetahuan lapangan yang baru, bertemu dengan para pekerja, bertemu dengan manajemen kantor, dan sebagainya.
“Buatku, ini semua jadi pengalaman. Ilmu semakin banyak, pengetahuan juga, relasi juga semakin bertambah,” kata dia.
Soal masa depan, Ganis yakin saja dengan kemampuan dan rezeki dari Allah swt. Usai lulus, Ganis ingin bekerja dahulu di perusahaan yang sesuai dengan keahliannya selama ini. Ia ingin mendapatkan lebih banyak pengalaman dalam konteks bekerja.
Ia ingin mematangkan diri untuk ikut dalam proses yang terjadi di tubuh perusahaan. Meski demikian, Ganis juga tetap punya asa untuk berwirausaha.
Apalagi di kampusnya ada mata kuliah soal kewirausahaan. Ini bertujuan agar lulusan Politeknik Ahli Usaha Perikanan ini punya basis pengetahuan dan keterampilan untuk menjadi pengusaha.
Ganis bersyukur sejauh ini kampus memberikan dukungan yang besar kepadanya untuk aktif dalam kegiatan di luar. Meskipun demikian, ia tetap menomor satukan akademik.
Sebab, kuliah di Politeknik Ahli Usaha Perikanan butuh keseriusan yang tinggi. Walaupun punya hasrat dengan ajang yang akan diikuti, Ganis tetap memprioritaskan studinya.
Yang menarik, Ganis juga punya kultur membaca dan menulis yang baik. Ini terbukti saat dirinya membutuhkan beberapa publikasi terkait dengan dirinya mengikuti Sekolah Duta Maritim inisiasi Aspeksindo. Dari situ ia mesti menulis narasi tentang dirinya kemudian diberikan kepada beberapa kenalan pengelola media massa daring.
“Alhamdulillah dari pemberitaan itu responsnya sangat bagus. Termasuk kepada pemerintah daerah terkait,” kata dia.
Sebagai calon sarjana terapan perikanan, Ganis sudah mulai berpikir bekerja di mana usai lulus. Yang jelas, sesuai dengan bidangnya selama ini, teknologi pengolahan hasil perikanan.
Ia menyebutkan, di seluruh Indonesia perusahaan yang akan menampung lulusan seperti dirinya cukup banyak.
Namun, sebelum ke titik itu, Ganis mesti berjibaku dahulu dengan praktik lapang II ini, kemudian menuliskan laporan, serta seminar. Usai itu ia mesti bergegas menyusun langkah untuk KIPA (karya ilmiah praktik akhir).
“Aku ingin lancar dan Agustus tahun depan wisuda. Makanya mesti gegas dalam laporan praktik lapang kemudian mulai menyusun KIPA sebagai syarat kelulusan,” kata dia.
Semoga sukses ya, Ganis. []
Editor: @adiansaputra27
