Ahmad Sahrudi dan M Yahya Ayyas. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) se-UIN Raden Intan Lampung memberikan kritik atas pelaksanaan pengenalan budaya akademik dan kemahasiswaan (PBAK) tahun ini.
KAMMI mengklaim menerima banyak aduan dari mahasiswa baru perihal kegiatan ini. PBAK sendiri dilakukan 29-31 Agustus 2023.
Ketua Umum KAMMI Komisariat Raden Intan Ahmat Sahrudi dalam rilis kepada redaksi hari ini mengapresiasi birokrasi kampus yang telah melaksanakan PBAK.
Kegiatan ini, kata Sahrudi, bertujuan untuk memberikan informasi hal-hal potensial di green campus dan memberikan arahan atas rambu-rambu trikonsep antropologi sivitas akademika setempat.
Namun, kata dia, tetap diperlukan evaluasi agar menjadi pembelajaran untuk pelaksanaan yang lebih baik di tahun yang akan mendatang.
Sahrudi menyayangkan pelaksanaan pembukaan PBAK tingkat universitas pada 29 Agustus 2023 secara hibrida dengan hanya melibatkan 2.000 mahasiswa. Padahal, kata dia dalam rilis, momentum pembukaan PBAK merupakan seremonial yang dinantikan mahasiswa baru.
Musababnya, kegiatan itu dapat dijadikan ajang perkenalan dengan teman baru dan bertemu dengan pejabat kampus.
Sahrudi juga menyampaikan keprihatinan atas perilaku indisipliner panitia yang berasal dari unsur organisasi kemahasiswaan.
Mahasiswa baru, ujarnya, tidak mengikuti jadwal yang ditentukan kampus, bahkan mahasiswa baru kelelahan karana mengikuti kegiatan di luar alur PBAK. Bahkan, acara berlangsung sampai magrib.
Sementara itu, Ketua KAMMI Komisariat Raden Imba Kesuma yang menaungi Fakultas Tarbiyah, Ushuluddin dan Adab, Muhammad Yahya Ayyas, juga menerima banyak aduan mahasiswa baru terkait pelanggaran oknum panitia organisasi kemahasiswaan.
Pertama, perilaku tidak terpuji dilakukan beberapa oknum yang merokok di kampus. Padahal, itu melanggar tata tertib UIN Raden Intan Lampung sebagai green campus.
Kedua, beberapa oknum panitia berambut gondrong yang merupakan mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan sehingga tidak mencontohkan etika berpenampilan rapi.
Ketiga, beberapa oknum pengurus organisasi kemahasiswaan juga mempersulit mahasiswa baru untuk berkunjung ke stan unit kegiatan mahasiswa (UKM). UKM merupakan fasilitas kampus yang menjadi sarana minat bakat mahasiswa baru agar dapet mendulang prestasi bagi kampus.
“Kami berupaya menyampaikan evaluasi PBAK tahun ini kepada rektorat agar menjadi catatan. Juga agar bisa menertibkan oknum pengurus organisasi kemahasiswaan agar lebih baik lagi tahun depan,” ujar Yahya diamini Sahrudi. []
