Penjual es dugan di pinggir kebun sawit Natar. | Wayan Yoga Rizki Irawan

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Bisnis es dugan masih eksis di tengah persaingan ketat. Pedagang es dugan yang berjualan di pinggir jalan kembali menarik perhatian warga sekitar perkebunan sawit Natar.
Dedi, salah satunya. Ia sudah berjualan di sekitar pinggir jalan perkebunan sawit ini sekitar sembilan tahun. Ia biasanya bergantian jualan dengan ibunya ketika Deni bekerja.
Latar belakang Deni menjual es dugan ini awalnya melihat peluang bisnis di sekitat jalan lintas Sumatera ini. Ia menilai masih jarang orang yang jualan es dugan dan minuman kemasan.
Ia pun memutuskan memulai bisnisnya dengan berjualan es dugan dan minuman segar.
Dedi mengungkapkan, kunci kesuksesan mereka adalah pelayanan yang ramah dan konsisten dalam menghadirkan kualitas terbaik.
“Kami berusaha memberikan pengalaman yang unik kepada pelanggan kami. Selain rasa yang enak, kami juga fokus pada pelayanan yang memuaskan,” ujarnya, Selasa, 15/8/2023.
Semenjak adanya kenaikan tarif tol, Edi merasakan dampak yang positif. Edi yang biasanya mendapatkan omzet sekitar Rp200 ribu per hari, semenjak mendapatkan konsumen baru yang datang ia sekarang mampu meraup Rp250 ribu per hari.
“Pembeli yang biasanya langganan sopir truk kenalan saya. Sekarang banyak sopir truk baru dan mobil keluarga yang mampir membeli es dugan dan minuman,” kata Edi. [Galih Rahmatullah]
