Berita Foto Ruwajurai Nusantara

Peserta Sekolah Duta Maritim Indonesia Kunjungan ke Kementerian Kelautan, Ganis Asal Lampung Kemukakan Potensi Daerah

Peserta Sekolah Duta Maritim Indonesia Kunjungan ke Kementerian Kelautan, Ganis Asal Lampung Kemukakan Potensi Daerah

Ganis. | Dokumentasi

Ganis. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Jakarta – Para peserta Sekolah Duta Maritim Indonesia inisiasi Aspeksindo pada hari ke-4 karantina melakukan kunjungan ke Kementrian Kelautan Perikanan RI, Senin, 14/8/2023.

Sebelum itu, peserta melakukan giat pagi dan berolahraga di Eco Park Tebet. Ganis Aprila, peserta Sekolah Duta Maritim Indonesia asal Liwa, Lampung Barat, mengaku sangat senang selama mengikuti karantina.

Ia mengatakan, peserta Sekolah Duta Maritim Indonesia III melakukan kunjungan religi ke Masjid Istiqlal Jakarta. Dengan tujuan mengedukasi peserta yang datang dari berbagai daerah Indonesia.

“Banyak dari kami yang baru pertama kali datang ke Jakarta dan ini pertama kalinya menginjakkan kaki di Masjid Istiqlal,” kata Ganis.

Kunjungan ke Kementerian disambut hangat Dirjen Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan Perikanan RI Victor Gustaaf Manoppo.

Pada kesempatan ini, Victor menyampaikan materi tentang “Implementasi Ekonomi Biru Untuk Mewujudkan Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia”.

Peserta sekolah melakukan diskusi dengan Dirjen Pengelolaan Ruang Laut. Ganis menyampaikan pertanyaan mengenai potensi budidaya perikanan air tawar yang ada di daerahnya.

Ganis memperkenalkan diri sebagai delegasi dari Kabupaten Lampung Barat. Ia menjelaskan kini sedang menempuh pendidikan di Politeknik Ahli Usaha Perikanan Jakarta.

Ganis bilang, di wilayahnya sangat melimpah budi daya ikan nila di keramba jaring apung Danau Ranau. Namun, kata dia, mereka belum memiliki pasar tetap untuk menjual hasil dari budi daya itu.

Kata Ganis, terkadang pengusaha tambak kebingungan ke mana harus menjual hasil panen. Pada saat ini hanya dijual di daerah saja dan sering mengalami keanjlokan harga pasar.

“Bagaimana pendapat bapak mengenai hal tersebut,” tanya Ganis.

Dirjen mengemukakan, pihaknya sudah meninjau beberapa tempat budi daya di Lampung. Pihaknya juga mencanangkan Lampung sebagai pusat budi daya.

Oleh sebab itu, kata Dirjen, kita harus memastikan ketersediaan pakan dan CPPOB dari setiap pembudidayaan sehingga nanti pasar penjualan dari hasil budi daya akan lebih teratur.

Ia mengatakan, pihaknya mengarahkan agar masa panen tidak terjadi bersamaan sehingga tidak ada pembudidayaan yang mengalami kerugian akibat harga anjlok.

Kegiatan karantina hari ke-4 Duta Maritim Indonesia dilanjutkan dengan pemberian materi mengenai “Peran Generasi Milenial Dalam Pembangunan Kemaritiman Menuju Indonesia 2045” oleh mantan Menteri Kelautan Rokhmin Dahuri.

Kemudian dilanjutkan materi Ayu Dewi Utari tentang strategi nasional pengembangan ekosistem mangrove.

“Kegiatan hari keempat ini sangat banyak ilmu yang kami dapatkan, khususnya tentang maritim Indonesia,” tutup Ganis. []

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda