Berita Foto Ruwajurai Bandar Lampung

691 Anak KPM PKH Lampung Kuliah, Slamet Riyadi Tetap Optimistis

691 Anak KPM PKH Lampung Kuliah, Slamet Riyadi Tetap Optimistis

Kegiatan Gerakan Ayo Kuliah. | Dokumentasi

Kegiatan Gerakan Ayo Kuliah. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Pengurus Gerakan Ayo Kuliah (GAK) Lampung melakukan giat evaluasi pelaksanaan program pembinaan anak PKH berprestasi lanjut kuliah pada tahun 2023 hari ini, Jumat, 11/8/2023.

Berdasarkan data yang terhimpun pada periode pembinaan tahun 2023, sebanyak 79 anak PKH berhasil lanjut kuliah yang berasal dari 15 kabupaten/kota di Lampung. Sehingga total anak KPM PKH yang berhasil kuliah medio 2017-2023 sebanyak 691 mahasiswa.

Ketua GAK Lampung Amiza Rezika menuturkan, pembinaan tahun ini berjalan lancar. Namun, masih terdapat beberapa kendala dan tantangan khususnya dalam hal advokasi beasiswa KIP Kuliah.

“Kami bersyukur pembinaan tahun ini berjalan baik dan mendapat dukungan berbagai stakeholder seperti Kemendikbud-ristek, Dinas Sosial Lampung dan Bakrie Center Foundation (BCF) dalam program MBKM Kampus Merdeka tahun 2023,” katanya.

Hasilnya sebanyak 79 anak PKH diterima di PTN dan PTKIN. Dengan perincian sebagai berikut, 27 anak di Universitas Lampung, 21 (UIN Raden Intan Lampung), 15 (Itera), 9 (Polinela), 3 (IAIN Metro), dan 4 anak lainnya di kampus luar Lampung.

Amiza sendiri juga anak KPM PKH berprestasi asal Lampung Barat.

Sementara itu, pendiri GAK Slamet Riyadi mengucapkan terima kasih kepada semua pihak khususnya SDM PKH Lampung dan Dinas Sosial yang mendukung program ini.

“Tanpa dukungan dan kolaborasi maka program ini akan sulit berkembang,” katanya.

Slamet menuturkan, giat pembinaan anak PKH berprestasi ini tetap terus jalan walaupun tantangan akan terus ada.

“Terima kasih Kadis Sosial Aswarodi dan jajaran, 28 korkab/kota PKH, 1.640 pendamping sosial PKH se-Lampung, serta jajaran pengerak GAK. Kami percaya, dengan pendidikan, masa depan anak PKH akan lebih baik,” kata Slamet yang juga Korwil PKH Provinsi Lampung II ini.

Ia menjelaskan, tantangan pembinaan di tahun ini lebih kompleks dari biasanya. Mengingat banyak pengaduan dari siswa binaan yang tidak lulus seleksi KIP Kuliah.

Beberapa anak PKH menyatakan mundur dan terpaksa tidak melanjutkan studi.

“Kami prihatin, namun kami terus berupaya untuk mengadvokasi secara optimal,” jelas Slamet. []

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda