Salimah Lamsel dan Penengahan gelar santunan yatim. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Penengahan – Memaknai Tahun Baru Islam 1 Muharam 1445 Hijriah, Pimpinan Daerah (PD) Salimah Lampung Selatan bekerja sama dengan Pimpinan Cabang (PC) Salimah Penengahan Lampung Selatan mengadakan kegiatan santunan anak yatim dan duafa, Ahad, 6/8/2023 dengan tema “Tahun Baru 1445 H, Semangat Baru, Tingkatkan Iman, Jalin Persaudaraan Peduli pada Sesama”.
Acara diadakan di Masjid Miftahul Jannah, Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan. Acara ini dihadiri Rini Lestari (Ketua PC Salimah Penengahan), perwakilan PD Salimah Lampung Selatan yang diwakili Zainah (Ketua Departemen Dakwah) dan Aan Saputri (Ketua Departemen Humas), Sakem mewakili kepala Dusun Sendangsari, serta anggota Majelis Taklim Miftahul Jannah yang diketuai Rumiyanti, dan anak-anak penerima santunan.
Dalam sambutannya, Ketua PC Salimah Penengahan menyampaikan, Salimah ingin berbagi kebahagiaan dengan anak yatim dan duafa melalui pemberian santunan berupa uang tunai.
“Semoga dapat memberi manfaat bagi yang menerimanya,” kata dia.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada donatur yang sudah ikut berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan ini.
Selain pemberian santunan, kegiatan ini juga diisi dengan tausiyah Ustazah Zainah, Ketua Departemen Dakwah Salimah Lampung Selatan.
Ia menyampaikan beberapa hal tentang keutamaan bulan Muharam. Bulan Muharam, ujarnya, adalah salah satu bulan mulia dan bulannya Allah.
Di dalam bulan Muharam ada keutamaan antara lain:
1. Bulan Muharam adalah bulan suci dan bulannya Allah.
2. Pada bulan Muharam kita dianjurkan untuk berpuasa dari tanggal 1 sampai 30, boleh di hari apa saja, terutama pada tanggal 9 dan 10 Muharam yang pahalanya begitu besar.
3. Perbanyak ibadah, berbuat baik dan bershodaqoh agar mendapat pahala dari Allah swt.
Acara ditutup dengan doa bersama oleh Ustazah Zainah.
“Semoga kegiatan ini dapat terus berlanjut agar Salimah dapat terus memberi manfaat bagi masyarakat,” kata Rumiyanti, Ketua Majelis Taklim Miftahul Jannah. [Aan Saputri/Salimah Lamsel]
