Nusantara

Aktivitas Terus Naik Menyebabkan Merapi Berpotensi Meletus

Aktivitas Terus Naik Menyebabkan Merapi Berpotensi Meletus

Aktivitas Gunung Merapi. | Instagram @arya_sena7

Aktivitas Gunung Merapi. | Instagram @arya_sena7

Wartalampung.id, Yogyakarta – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta akhirnya menaikkan status Gunung Merapi dari Waspada menjadi Siaga. Status Siaga tersebut mulai berlaku Kamis, 5 November 2020 pukul 12.00 WIB.

Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida dalam keterangan tertulis mengatakan, setelah letusan eksplosif pada 21 Juni lalu, kegempaan internal Vulkanik Dalam (VA), Vulkanik Dangkal (VB) dan Fase Banyak (MP) mulai meningkat.

“Pada Juli 2020 terjadi gempa VA sebanyak 6 kali, gempa VB 33 kali, dan MP 339 kali, ” kata Hanik.

Berdasarkan pengamatan morfologi kawah Gunung Merapi dengan metode foto udara (drone) pada 3 November 2020 lalu masih belum terlihat adanya kubah larva baru. Hanik menambahkan, kegempaan dan deformasi masih terus meningkat. Hal itu memungkinkan terjadi proses ekstrusi magma secara cepat atau letusan eksplosif.

“Potensi ancaman bahaya berupa guguran lava, lontaran material dan awan panas bisa mencapai 5 km,” ujarnya.

Dengan ditetapkannya status Siaga, Hanik menghimbau  masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sekitar Gunung Merapi. Termasuk kegiatan penambangan, pendakian, dan wisata. “Pemkab Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten agar mempersiapkan segala sesuatu yang terkait dengan upaya mitigasi bencana akibat letusan Gunung Merapi yang bisa terjadi setiap waktu,” ujarnya. []

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda