Berita Foto Ruwajurai Bandar Lampung

UIN Raden Intan Lampung Heboh! Jadi Terbaik Saat Wisuda UIN Raden Intan Lampung, Khoirul Umam Addzaky Diarak Pakai Troli dari Asrama Mahad Al Jamiah sampai ke GSG

UIN Raden Intan Lampung Heboh! Jadi Terbaik Saat Wisuda UIN Raden Intan Lampung, Khoirul Umam Addzaky Diarak Pakai Troli dari Asrama Mahad Al Jamiah sampai ke GSG

Umam diarak pakai troli dari mahad ke GSG UIN saat wisuda. | Dokumentasi

Umam diarak pakai troli dari mahad ke GSG UIN saat wisuda. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Suatu kebanggaan bagi mahasantri Mahad Al Jami’ah UIN Raden Intan Lampung. Salah seorang satu mahasantrinya, Khoirul Umam Addzaky, mendapatkan predikat cumlaude dan menjadi wisudawan terbaik tingkat universitas.

Kebahagiaan itu tak bisa dibendung. Para mahasantri Ma’had Al Jami’ah khususnya putra mengarak Khoirul Umam Addzaky dari ma’had hingga gedung serbaguna (GSG) tempat acara wisuda. 

Ia diarak menggunakan troli yang biasa digunakan untuk mengangkut galon. Hal ini membuat heboh seantero UIN karena tidak ada wisudawan yang diarak seheboh itu dan seramai itu.

Khoirul Umam Addzaky merupakan salah satu mahasiswa UIN Raden Intan Lampung sekaligus pengurus Ma’had Al Jami’ah UIN Raden Intan Lampung. Selain itu, ia juga salah satu penerima beasiswa KIP-K.

Terlahir sebagai seorang anak petani tak pernah membuatnya patah semangat. Ia buktikan dengan lolosnya ia sebagai salah satu anggota KKN Kebangsaan di Kalimantan Barat.

Ia mendapatkan predikat cumlaude dengan IPK 3,95. Hal ini membuat semua orang kagum dan bangga padanya.

Di tengah kesibukan yang begitu padat di ma’had, ia mampu menyelesaikan skripsinya dengan cepat dan baik sehingga menjadi wisudawan terbaik Prodi Pendidikan Agama Islam dan se-universitas.

“Motivasi terbesar saya adalah ekonomi orang tua. Semakin lama saya menyelesaikan kuliah, akan semakin banyak biaya yang akan dikeluarkan oleh orang tua saya,” ujar Umam.

Khoirul Umam Addzaky menyampaikan pesan khusus untuk mahasantri Ma’had Al Jami’ah.

Kata dia, pesan khusus untuk adik-adik terutama mahasantri ma’had yang ingin meneruskan ke jenjang ke mudabir atau mudabirah, ataupun ke mu’alim mualimah, istikamahlah dalam hal apa pun. Tidak melulu dalam hal-hal mengaji.

Hal-hal sepele pun, kata dia, seperti tempat duduk ngaji dan lain-lain, jika itu diistikamahkan akan membuat perubahan di hidup kita.

Jangan lupa, kata Umam, untuk selalu takzim dengan ustaz, murabi, murabiah. Meskipun nakal, kalau masih punya rasa hormat dan takzim kepada ustaz, insya Allah kita akan mendapatkan berkahnya.

Teruslah kalian belajar, teruslah kalian mengabdi di mana pun dan kapan pun kalian berada. Jadikanlah orang tua itu sebagai motivasi kalian.

“Kita tahu orang tua kita di rumah banting tulang untuk membiayai kuliah. Kurangi kegiatan-kegiatan yang sekiranya akan mengganggu kuliah. Pandai-pandailah mengatur waktu. Kalau pagi sampai sore fokus kuliah dan malam untuk ma’had. Dan yang terakhir, jangan pernah putus asa.” [Devi Putri Lestari, Anggota Ekskul Jurnalistik Mahad Al Jamiah UIN Raden Intan Lampung]

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda