Salat tarawih di Masjid Safinatul Ulum UIN Raden Intan Lampung. | Dokumentasi

Oleh Annisa Salsabila, Mahasantri Mahad Al Jamiah UIN Raden Intan Lampung
Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh berkah di mana pintu-pintu kebaikan Allah dibuka semua. Di bulan ini, umat muslim dianjurkan memperbanyak ibadah dan menjauhi segala hal yang berbau kemaksiatan.
Salah satu ibadah yang dianjurkan Rasulullah adalah salat tarawih. Salat tarawih adalah salat sunah yang dilaksanakan setelah isya pada bulan Ramadan.
Banyak ditemukan di masyarakat salat tarawih hanya dipenuhi jemaah pada awal-awal Ramadan saja. Pada pertengahan hingga akhir Ramadan, jemaah menjadi sedikit bahkan hanya tinggal muazin saja.
Hal tersebut bukan hanya ditemukan di satu atau dua masjid, tetapi rata-rata masjid memiliki jemaah yang model seperti itu.
“Dari Aisyah ra, istri Rasulullah saw, Rasulullah saw melakukan salat (tarawih) di masjid pada suatu malam. Orang-orang bermakmum kepadanya. Malam berikutnya, Rasulullah saw kembali salat tarawih dan jemaahnya semakin banyak. Pada malam ketiga atau keempat, jemaah telah berkumpul, tetapi Rasulullah saw tidak keluar rumah. Ketika pagi Rasulullah mengatakan, ‘Aku melihat apa yang kalian perbuat. Aku pun tidak ada uzur yang menghalangiku untuk keluar menemui kalian, tetapi aku khawatir ia (salat tarawih) diwajibkan’,” (HR Bukhari, Muslim, Abu Dawud, An-Nasa’i, Malik dan Ahmad).
Dari hadis di atas, kita dapat menemukan kebaikan Rasulullah lainnya yang tidak ingin memberatkan umatnya. Namun alangkah baiknya bulan Ramadan ini diisi dengan ibadah sebanyak-banyaknya dan lebih fokus memperbaiki diri. []
