Ilustrasi. | Nusantara-News.co

Wartalampung.id, Metro – Kasus penganiayaan anak di bawah umur yang dialami BM, siswa sebuah SDN di Kota Metro pada Rabu (15/3) lalu oleh oknum orangtua temannya, AY (44), sampai saat ini belum menemui titik terang.
Musababnya, hingga sekarang pelaku penganiyaan masih belum ditangkap.
Kepada wartalampung.id di rumahnya BM menceritakan urut-urutan kejadian penganiayaan yang terjadi kepadanya pada Rabu, 15 Maret 2023 yang lalu, sekitar pukul 10.05 WIB.
BM bercerita, waktu itu ia keluar dari kelas dan hendak menuju perpustakaan.
Tiba-tiba AY yang merupakan orangtua teman sekolah korban, datang dari arah luar sekolah.
AY kemudian menemui BM. Pelaku kemudian memukuli kepala BM.
Tak hanya itu, oknum pelaku menendang perut dan menyeret BM hingga dirinya tak sadarkan diri.
“Awalnya dia nanya, kamu yang namanya BM, yang buat anak saya mau dikeluarin dari sekolah? Setelah itu saya dipukul, ditendang, dan diseret sama dia sampai pingsan. Setelahnya, saya tidak ingat apa-apa lagi karena dibawa ke rumah sakit,” kata dia, Selasa (21/3).
Menurut keterangan seorang saksi yang minta namanya tidak ditulis, setelah melihat korban BM tidak sadarkan diri dengan luka lebam, ia segera melaporkan ke pihak sekolah dan membawa korban ke RSUD A Yani.
“Korban sempat kejang dan pingsan. Dia memar di kepala atas dan di bawah mata sebelah kanan, luka memar di bagian perut kiri, dan lecet di kaki kiri bagian tulang kering,” ucapnya.
Sementara itu, ibu korban mengaku tidak mengetahui kronologis anaknya mengalami penganiayaan. Ia baru tahu setelah dihubungi untuk hadir ke sekolah untuk melakukan mediasi.
Ia mengaku sudah melaporkan hal ini ke kepolisian. Namun, sampai saat ini ia mengaku belum tahu sejauh mana proses penyelidikanya.
“Saya serahkan semua kasus ini kepada pihak berwajib dan sampai sekarang ini tidak tahu kelanjutannya,” jelasnya.
Ia berharap, pelaku segera ditangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.
“Mudah-mudahan segera ditangkap. Dan ke depan tidak ada lagi kejadian seperti ini kepada anak lainnya. Apalagi Metro ini kota ramah anak,” kata dia. []
