Lampung Selatan

Salimah Natar Gelar Pelatihan Kepemimpinan Pengurus I

Salimah Natar Gelar Pelatihan Kepemimpinan Pengurus I

Pelatihan pengurus Salimah Natar. | Dokumentasi

Pelatihan pengurus Salimah Natar. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Natar – PC Salimah Natar Lampung Selatan sukses menggelar Pelatihan Kepemimpinan Pengurus Salimah (PKPS) I, Minggu, 18/12/2022 di RM Mba Nas, Desa Natar, Lampung Selatan

Acara ini dihadiri puluhan peserta, antara lain jajaran pengurus Pimpinan Cabang Salimah Natar serta perwakilan dari pegurus Pimpinan Ranting Desa Mandah, Merakbatin, Negararatu, dan Rulung Helok.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dilanjutkan sambutan dari Ketua PC Salimah Natar. Dalam sambutannya, Endang Nurmayani berharap dengan dilaksanakannya PKPS I seluruh pengurus lebih mengenal Salimah dan dapat mengenalkan pula Salimah ke wilayah yang lebih luas lagi.

Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi. Materi PKPS I yang pertama tentang Salimah. Materi disampaikan Wakil Sekretaris PW Salimah Lampung Juanita Ariana. Dalam paparannya Juanita menyampaikan tujuan diadakannya PKPS I yaitu menghasilkan pribadi yang memahami dan melaksanakan fungsi dan tugasnya sebagai pengurus Salimah dan memiliki kemampuan dasar berorganisasi.

Dilanjutkan dengan penjelasan tentang sejarah Salimah, para pendiri dan ketua Salimah, visi dan misi, makna lambang, mars, struktur, dan PW Salimah Lampung, tugas pokok struktur, DPSP, pengurus PP Salimah dan DPSW, pengurus PW Salimah Lampung, LKS, mekanisme kerja, dan pola hubungan, serta manajemen perubahan dan tantangan.

Materi ke-2 tentang kerja sama tim disampaikan oleh anggota Departemen Humas PW Salimah Lampung Fitri Agustin. Ia memaparkan tentang pengertian kerja sama tim, urgensinya, dan sebagainya.

Proses pembentukan tim, kata Fitri, dimulai dari foaming (pembentukan), storming (konflik), norming (pembentukan norma), performing (penunjukan kinerja), regenerating (regenerasi-adjourning/penundaan).

Kendala kerja sama tim yang sering muncul antara lain egois, pelit, mau menonjolkan diri, tidak mau menerima kelebihan orang lain, tidak percaya diri, tidak siap menerima perbedaan, dan penyakit hati.

Membangun kerja sama tim yang kokoh dengan senantiasa menjaga akidah yang mapan, keikhlasan dan kejujuran, keterbukaan, siap menerima perbedaan, saling menghargai serta pembagian tugas yang baik. [Sri Hastuti/Humas PC Salimah Natar]

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda