Ilustrasi. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Pengalaman Anggi ini bisa menjadi pelajaran untuk kita semua. Gadis yang tinggal di daerah Telukbetung ini punya pengalaman menyesakkan.
Sebuah tawaran menjadi satpam datang kepadanya. Seorang kenalan kakaknya, kemudian mendatanginya dan berjanji bisa mengurus untuk masuk sebagai satpam.
Namun, semua butuh duit. Anggi diminta menyiapkan Rp3 juta untuk bisa diterima sebagai satpam.
Karena kepingin bekerja, Anggi menyiapkan. Duit itu ia pinjam dari seseorang dan ada bunganya.
Duit Rp3 juta pinjaman itu kemudian Anggi transfer kepada kenalan tadi. Anggi dijanjikan dalam waktu 14 hari bisa bekerja.
Usai 14 hari, janji tinggal janji. Kenalan itu ternyata ingkar janji.
Padahal ada perjanjian tertulis antara Anggi dan kenalan itu. Jika tidak bisa diterima sebagai satpam, uang dipulangkan.
Namun kini, setelah tiga bulan, uang Anggi tidak bisa diterima. Ia dibohongi.
Anggi berusaha menghubungi kenalan itu. Sekian puluh pesan WhatsApp dan panggilan telepon ia lakukan untuk meminta kembali uangnya.
Namun, yang bersangkutan tidak merespons. Bahkan, sulit dikontak.
Yang jadi masalah, duit yang dipinjam Anggi dari seseorang itu terus berbunga. Kini, jumlahnya mencapai Rp5 juta dari Rp3 juta yang ia pinjam.
Kini Anggi bingung. Saban hari si peminjam datang dan menagih. Anak kelima dari tujuh bersaudara itu stres.
Kakak-kakaknya tak kuasa membantu. Kakak nomor empat tempat ia menumpang hidup sekarang juga tak bisa membantu. Meski bekerja, penghasilan hanya cukup untuk makan sehari-hari.
Anggi berusaha mencari pinjaman lagi. Ia bahkan hendak menjual ponselnya namun sampai sekarang belum ada yang berminat.
Anggi mengatakan, pengalaman ini cukuplah ia sendiri yang merasakan. Ia tidak ingin pengalaman ini menimpa yang lain.
Anggi bilang, selain dirinya, dari informasi banyak pihak, kenalan yang menipunya itu juga melakukan aksi yang sama kepada orang lain.
“Ada yang kena tipu belasan juta,” kata dia kepada wartalampung.id hari ini.
Anggi hari ini berencana membuat laporan ke Polresta Bandar Lampung. Ia diminta mencetak bukti transfer senilai Rp3 juta, perjanjian antara dia dan kenalan yang hendak membantunya kerja, serta berkas lain.
“Siang ini aku ke Polresta untuk laporan,” kata dia. []
