Flashlight mahasantri pada Selawat Kubra di Masjid Safinatul Ulum.| Endar Riswanda

Wartalampung.id, Bandar Lampung – “Alangkah Indahnya” adalah selawat pertama yang dilantunkan pada Selawat Kubra inisasi Ma’had Al-Jamiah UIN Raden Intan Lampung tadi malam di Masjid Safinatul Ulum.
“Alangkah indahnya hidup ini… Andai dapat kutatap wajah-Mu…”.
Begitulah sedikit cuplikan lirik dari selawat “Alangkah Indahnya”. Bagi awam, mungkin mereka akan menganggap bahwa ini adalah lagu bucin. Padahal yang sebenarnya adalah ini merupakan selawat yang berisi tentang kerinduan umat manusia kepada Baginda Kanjeng Nabi Rasulullah Muhammad SAW.
Sealawat Kubra kali ini berbeda dari biasanya karena menjadi yang pertama kali diselenggarakan di Masjid Safinatul Ulum sejak diresmikannya pada 24 Desember 2021.
Selain itu, selawat ini juga terbuka untuk umum maupun alumni Ma’had Al-Jamiah. Adapun pakaian yang digunakan oleh seluruh pengurus dan mahasantri adalah baju putih dan celana hitam untuk laki-laki serta jilbab putih, baju putih, dan rok hitam untuk perempuan. Untuk umum dan alumni memakai baju bebas.
Suasana masjid ramai dan syahdu dengan lantunan selawat-selawat yang membuat kita merasakan kerinduan kepada Nabi Muhammad SAW. Ditambah lagi dengan suara vokal yang merdu dari Ustaz Muhammad Ridho dan vokalis Kurniawan.
Situasi bertambah syahdu saat dimatikannya lampu-lampu masjid dan membuat para hadirin menyalakan flashlight ponsel masing-masing dan melambaikannya ke atas.
Acara ini selesai tepat pukul 22.00 WIB dan diakhiri dengan selawat “Mahallul Qiyam”.
Semua hadirin berdiri pada saat selawat ini dilantunkan sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW. Selain itu, makna dari selawat “Mahallul Qiyam” itu sendiri adalah bentuk pujian dari Allah kepada orang yang berzikir dalam keadaan berdiri. [Endar Rismanda, Anggota Ekskul Jurnalistik Mahad Al Jamiah UIN Raden Intan Lampung]
